Daycare Jadi Kebutuhan Mutlak Orang Tua Bekerja

Muhammad Ghifari A
25/4/2026 13:54
Daycare Jadi Kebutuhan Mutlak Orang Tua Bekerja
Daycare kini jadi kebutuhan orang tua bekerja, hadir sebagai solusi pengasuhan anak yang aman.(MI/Muhammad Ghifari A)

ISU pengasuhan anak kembali mengemuka seiring meningkatnya jumlah orang tua yang aktif bekerja. Kebutuhan akan daycare atau taman pengasuhan anak dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Plt Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Rini Handayani, menekankan pentingnya kehadiran fasilitas pengasuhan yang terjangkau dan berkualitas.

Menurutnya, pengasuhan anak tidak bisa hanya dibebankan pada keluarga, terutama di tengah kondisi orang tua yang harus bekerja. “Negara perlu hadir memastikan hak anak tetap terpenuhi, termasuk melalui dukungan fasilitas pengasuhan, baik di lingkungan kerja maupun komunitas,” ujarnya dalam Peresemian Mika Daycare cabang BSD (25/4). 

Golden Age Jadi Penentu

Dari sisi kesehatan anak, dokter spesialis anak di RSIA Bunda Ciputat, Dewi Kartika atau yang akrab disapa dr. Deka mengingatkan pentingnya masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa periode tersebut merupakan fase perkembangan otak yang sangat pesat dan tidak bisa diulang. “Dalam dua tahun pertama, perkembangan otak anak terjadi sangat cepat. Bukan hanya soal berat badan, tapi juga kemampuan bicara, motorik, hingga kemandirian,” jelasnya.

Ia menyoroti masih banyak orang tua yang terlalu fokus pada asupan makan, namun mengabaikan stimulasi. Padahal, interaksi langsung seperti bermain dan komunikasi dua arah jauh lebih penting dibanding sekadar memberi makan sambil menonton.

Perempuan, Karier, dan Tantangan Pengasuhan

Sementara itu, Owner of Bonjour Sayang, Justine Clement, membagikan pengalamannya dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pebisnis.

Menurutnya, support system menjadi faktor krusial. “Kita butuh dukungan, baik dari keluarga, daycare, maupun lingkungan. Tanpa itu, sulit bagi perempuan untuk bisa menjalankan peran sebagai ibu sekaligus tetap berkembang secara profesional,” ungkapnya.

Ia juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem pengasuhan yang suportif, selama berbagai pihak bisa saling melengkapi.

Dari perspektif praktisi, Co-founder Mika Education Center, Marta Yuliana, menyebutkan bahwa daycare hadir sebagai jawaban atas keterbatasan support system tradisional.

Ia mengungkapkan, banyak orang tua yang kesulitan mengandalkan keluarga atau pengasuh di rumah. “Tidak semua orang punya akses ke keluarga besar atau pengasuh yang terlatih. Daycare bisa jadi alternatif karena menyediakan lingkungan yang lebih terstruktur,” jelasnya.

Menurutnya, daycare modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan, tetapi juga memberikan stimulasi, rutinitas, hingga edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Ia menegaskan bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, dunia kerja, komunitas, hingga keluarga memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Di bagian akhir, diperkenalkan pula konsep daycare yang dikembangkan oleh Mika Education Center sebagai salah satu contoh upaya menghadirkan solusi pengasuhan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan keluarga modern.

Hal terpenting adalah memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh stimulasi. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya