Overfishing Ancam Kepunahan Ikan Pari Gergaji

Abi Rama
25/4/2026 12:46
Overfishing Ancam Kepunahan Ikan Pari Gergaji
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KONDISI mengkhawatirkan sedang dialami ikan pari gergaji (sawfish), salah satu spesies laut paling unik di dunia. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances oleh peneliti dari Simon Fraser University, Kanada, spesies ini kini berada di ambang kepunahan global akibat penangkapan ikan berlebih (overfishing).

Ikan pari gergaji dikenal dengan moncong panjangnya yang dipenuhi gigi menyerupai gergaji, yang disebut rostrum. Dahulu, spesies ini tersebar luas di pesisir 90 negara. Namun kini, mereka telah menghilang dari setidaknya 46 negara, atau sekitar setengah dari wilayah sebaran aslinya.

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa di 18 negara, setidaknya satu spesies pari gergaji telah punah, sementara di 28 negara lainnya, dua spesies telah menghilang.

Status Kritis dan Perburuan yang Masif

Para peneliti menyebutkan bahwa tiga dari lima spesies pari gergaji kini berstatus kritis, sementara dua lainnya berstatus terancam punah berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ancaman terbesar berasal dari aktivitas penangkapan ikan yang masif. Bentuk rostrum yang bergerigi membuat pari gergaji mudah tersangkut dalam jaring nelayan. Selain itu, bagian tubuhnya juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Siripnya menjadi komoditas mahal dalam perdagangan sirip hiu global, sementara rostrumnya diperjualbelikan sebagai barang koleksi, bahan pengobatan tradisional, hingga digunakan dalam praktik sabung ayam.

Kasus Pertama Kepunahan Lokal Akibat Overfishing

Kasus pari gergaji menjadi bukti pertama ikan laut dengan sebaran luas yang mengalami kepunahan lokal akibat penangkapan berlebih. Ekspansi besar-besaran industri perikanan telah lama menjadi ancaman utama bagi keanekaragaman hayati laut. Namun, keterbatasan data dan minimnya pemantauan terhadap spesies tertentu membuat penilaian populasi menjadi sulit dilakukan.

Meski kondisinya tergolong kritis, para peneliti menilai masih ada peluang untuk menyelamatkan spesies ini. Studi tersebut merekomendasikan delapan negara sebagai fokus utama konservasi, yakni Kuba, Tanzania, Kolombia, Madagaskar, Panama, Brasil, Meksiko, dan Sri Lanka.

Di negara-negara tersebut, penerapan perlindungan habitat dan pengelolaan perikanan yang lebih ketat dinilai dapat membantu memulihkan populasi pari gergaji. Sementara itu, Australia dan Amerika Serikat disebut sebagai “negara penyelamat” atau lifeboat nations, karena masih memiliki populasi pari gergaji yang relatif stabil berkat regulasi perlindungan yang kuat.

Peneliti Helen Yan menyatakan bahwa meskipun situasinya serius, masih ada harapan untuk membalikkan kondisi ini. Ia menegaskan bahwa jika tindakan konservasi dilakukan segera, pari gergaji masih berpotensi dipulihkan hingga lebih dari 70% dari wilayah sebaran historisnya.

“Identifikasi negara prioritas memberi harapan nyata untuk menyelamatkan spesies ini sebelum benar-benar punah,” ujar Helen dikutip dari laman yang sama.

Kondisi ikan pari gergaji menjadi peringatan serius bagi dunia tentang dampak eksploitasi berlebihan terhadap ekosistem laut. Tanpa langkah nyata untuk membatasi penangkapan ikan dan melindungi habitat penting seperti mangrove, spesies ini berisiko hilang sepenuhnya dari alam liar. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya