INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) mencatat capaian signifikan dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026. ITB berhasil memperbaiki posisinya secara drastis, naik dari klaster 501-600 Asia pada 2025 menjadi peringkat 351-400 Asia pada 2026.
Kenaikan ini menegaskan penguatan posisi ITB di tingkat regional, terutama pada aspek lingkungan riset dan keterhubungan yang kuat dengan dunia industri. Pengumuman resmi capaian ini dilakukan dalam ajang The Asia University Summit 2026 yang berlangsung di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) pada 22-24 April 2026.
Skor Tertinggi di Indonesia untuk Riset dan Industri
Dalam pemeringkatan tahun ini, ITB mencatatkan performa luar biasa pada dua kategori utama. ITB meraih skor 29,9 pada kategori Research Environment dan 68,9 pada kategori Industry. Kedua nilai tersebut merupakan yang tertinggi di antara seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Secara keseluruhan, skor total ITB meningkat dari 30,0 pada tahun 2025 menjadi 37,1 pada 2026. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan di hampir seluruh indikator utama:
- Teaching: Naik dari 25,7 menjadi 27,2.
- Research Environment: Melonjak dari 20,0 menjadi 29,9.
- Research Quality: Meningkat dari 37,6 menjadi 42,9.
- Industry: Mengalami lonjakan tajam dari 39,4 menjadi 68,9.
- International Outlook: Tercatat pada angka 31,0.
Penguatan Ekosistem Riset dan Kolaborasi Industri
Capaian pada kategori Research Environment menunjukkan keberhasilan ITB dalam membangun ekosistem riset yang konsisten, mencakup reputasi, pendapatan, hingga produktivitas riset. Sementara itu, skor tinggi pada kategori Industry menggambarkan kemampuan ITB dalam mentransfer pengetahuan menjadi inovasi nyata melalui paten dan kerja sama komersial.
Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB, Suprijadi, menyatakan bahwa hasil ini menjadi momentum penting bagi institusi. "Peningkatan signifikan ini menjadi bahan bakar bagi kami untuk lebih semangat, terutama dalam kerja sama internasional, pengajaran, dan riset. Kami akan memperkuat fokus pada SDGs yang berdampak langsung pada jumlah mahasiswa asing, mitra, dan sitasi publikasi," ujarnya.
Suprijadi menekankan bahwa ke depan, ITB akan menjadikan artificial intelligence (AI) sebagai pusat gravitasi pengembangan keilmuan. AI tidak hanya akan diintegrasikan dalam kurikulum, tetapi juga sebagai problem solver dalam tata kelola riset dan pendorong critical thinking mahasiswa.
Kehadiran delegasi ITB di Hong Kong, yang juga dihadiri oleh Paramashanti (Sekretaris Bidang Penjaminan Mutu Akademik) dan Winny Wulandari (Sekretaris Bidang Reputasi Kelembagaan), turut didukung oleh program Equity WCU LPDP 2025-2026.
Capaian ini membuktikan bahwa langkah pengembangan institusi ITB bergerak ke arah positif dan semakin berdampak luas, baik dalam kualitas pembelajaran maupun jejaring internasional di tengah dinamika pendidikan tinggi global. (I-2)
