Rahasia Otot Penguin Makaroni yang Bikin Terbang di Air

Nadhira Izzati A
25/4/2026 11:15
Rahasia Otot Penguin Makaroni yang Bikin Terbang di Air
ilustrasi(Oceanwide Expeditions)

Penguin makaroni (Eudyptes chrysolophus) mungkin terlihat menggemaskan dan sedikit kikuk saat berjalan di daratan dengan jambul kuning khasnya. Namun, di balik tampilan luar yang terkesan "gemoy", penguin penghuni pulau-pulau di Samudra Atlantik Selatan ini menyimpan struktur anatomi yang luar biasa tangguh.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal The Anatomical Record (2026) mengungkapkan bahwa tubuh penguin ini dirancang sangat sempurna agar kuat dan efisien, baik saat berenang membelah ombak maupun saat berjalan di darat.

Evolusi Sayap Menjadi Mesin Selam

Berbeda dengan burung pada umumnya yang terbang menembus udara, penguin telah berevolusi untuk "terbang" di dalam air. Mengingat air memiliki massa jenis yang 700 kali lebih padat daripada udara, diperlukan tenaga yang jauh lebih besar untuk bergerak di dalamnya.

Para ilmuwan dari Midwestern University, SeaWorld San Diego, dan Scarlet Imaging menemukan bahwa otot bahu penguin makaroni telah mengalami modifikasi drastis dibandingkan leluhur mereka. Temuan kunci dalam riset ini meliputi:

  • Otot Supracoracoideus: Otot pengangkat sayap ini berukuran jauh lebih besar dan kuat pada penguin.
  • Tenaga Ganda: Memungkinkan penguin menghasilkan tenaga besar tidak hanya saat mengepak ke bawah, tetapi juga saat menarik sirip ke atas.
  • Efisiensi Dorong: Struktur bahu ini memberikan daya luncur maksimal di bawah tekanan air yang tinggi.

Memecahkan Misteri Anatomi Satu Abad

Selain kekuatan bahu, penelitian ini berhasil memecahkan teka-teki yang telah membingungkan para ahli anatomi selama lebih dari 100 tahun. Peneliti mengidentifikasi otot unik pada anggota gerak belakang (kaki) yang kini diusulkan dengan nama adductor tibialis.

Otot ini berperan penting dalam menjaga agar kaki penguin tetap merapat ke tubuh saat berenang. Posisi kaki yang rapat menciptakan bentuk tubuh yang sangat aerodinamis (streamline), mirip dengan anatomi lumba-lumba atau paus. Postur ini meminimalkan hambatan air sekaligus membantu penguin menjaga keseimbangan stabil saat berdiri tegak di daratan.

Fakta Menarik: Goyangan khas penguin saat berjalan (waddle) sebenarnya adalah strategi lokomosi yang sangat hemat energi karena menjaga anggota tubuh tetap dekat dengan pusat massa.

Dampak Besar bagi Konservasi

Temuan ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki dampak praktis bagi dunia konservasi. Dengan adanya peta otot yang lebih modern dan komprehensif, tim medis di kebun binatang maupun pusat rehabilitasi satwa liar kini memiliki referensi yang lebih akurat.

Data ini akan sangat membantu dalam:

  1. Melakukan perawatan veteriner yang lebih presisi.
  2. Menangani cedera otot dan tulang pada penguin secara efektif.
  3. Menyusun strategi rehabilitasi bagi spesies penguin yang terancam punah.

Penelitian ini membuktikan bahwa setiap serat otot pada tubuh penguin makaroni dirancang secara evolusioner untuk mendukung gaya hidup ganda mereka di dua alam yang berbeda secara ekstrem. (PopSci/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya