Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYONGSONG visi Indonesia Emas 2045, kualitas penduduk menjadi taruhan utama. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 282 juta jiwa, tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia bukan sekadar jumlah, melainkan bagaimana menciptakan bonus demografi yang unggul secara fisik dan kognitif.
Salah satu program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi fondasi awal untuk membangun kualitas SDM anak-anak Indonesia melalui intervensi pemberian gizi.
Dokter Spesialis sekaligus edukator kesehatan, Andi Khomeini Takdir, atau yang akrab disapa dr. Koko, Jumat (24/4) menegaskan, dukungannya terhadap program MBG. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam memenuhi kecukupan gizi nasional.
"Bonus demografi itu bukan hanya perihal jumlah penduduk, tapi juga kualitasnya. Upaya pemerintah untuk memberikan kecukupan gizi itu bagus, dan dari awal saya selalu mendukung itu," terangnya.
Pernyataan dr. Koko sejalan dengan temuan Poltracking Indonesia dalam survei terbarunya. Hasil survei menunjukkan bahwa program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang mendapatkan ekspektasi dan dukungan publik paling tinggi. Masyarakat melihat program ini sebagai solusi nyata bagi keluarga menengah ke bawah untuk menjamin kebutuhan makan anak-anak mereka, minimal sekali dalam sehari.
BERDAMPAK BESAR
Menariknya, dr. Koko menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak harus dibuat rumit. Ia menyarankan agar tata kelola program tetap akuntabel, namun simpel dalam penyajiannya.
"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," paparnya.
Data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) memperkuat poin ini. Survei RISED menunjukkan bahwa sekitar 80% orang tua melaporkan perbaikan pola makan anak setelah adanya program MBG. Selain itu dengan memperkenalkan sayur dan buah sejak dini, anak-anak menjadi lebih terbiasa makan sayur dan protein, yang dalam jangka panjang menurut dr. Koko, akan sangat efektif mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas sejak dini.
Kendati memiliki dampak dan manfaat yang luas, dr. Koko menyadari bahwa program ini masih perlu masukan dan perbaikan. Sebagai program berskala masif yang memberi makan jutaan orang, dr. Koko menyadari adanya kendala teknis di lapangan. Namun, ia mengajak masyarakat untuk melihatnya sebagai sebuah proses besar yang perlu dikawal bersama.
"Kita akan berproses; tidak serta-merta program ini 100 persen bagus. Peran masyarakat adalah menjaga itu. Jika ada masukan atau kritik soal keterlambatan atau kualitas menu, pengelola jangan 'kebakaran jenggot'. Kritik itu bukan permusuhan, tapi bahan evaluasi agar ada perbaikan berkelanjutan," tuturnya.
HARAPAN KEBERLANJUTAN
Meskipun anggaran per porsi mungkin terbatas, dr. Koko yakin dampaknya akan terasa secara akumulatif. "Apalagi ini akumulasi, setiap hari selama berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dampaknya pasti ada daripada tidak ada sama sekali," ucapnya.
Koko menyebut agar program ini dijaga keberlanjutannya. Dengan kolaborasi antara Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG), pemerintah, dan pengawasan masyarakat, Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh pada tahun 2045. (E-2)
Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia jadi percontohan dunia karena mampu melayani 60 juta penerima manfaat.
AJL 2026 juga memberikan ruang bagi jurnalis untuk menjalankan fungsi kontrol sosial, khususnya dalam mengangkat isu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai sudut pandang.
Ahli Teknologi Pangan, Yuyun Anwar mengusulkan penerapan katering rantai dingin (Cold Chain Catering) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional mengatur distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa dapat menu fresh 5 hari, kelompok 3B hingga Sabtu, dan daerah 3T menu pangan kering.
SEBANYAK 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatra ditutup sementara atau di-suspend mulai 9 Maret 2026 tanpa batas waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved