Kombinasi Dua Obat Lama Ampuh Atasi Penyakit Liver Berlemak

Thalatie K Yani
23/4/2026 11:15
Kombinasi Dua Obat Lama Ampuh Atasi Penyakit Liver Berlemak
Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan dari Universitas Barcelona menemukan penggabungan dua obat yang sudah ada di pasaran dapat secara drastis mengurangi penumpukan lemak hati. Penyakit hati steatotik terkait disfungsi metabolik (MASLD), atau yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit liver berlemak, kini menjadi kondisi hati paling umum di dunia yang menyerang satu dari tiga orang dewasa.

Dalam studi yang dipublikasikan baru-baru ini, para peneliti menguji kombinasi obat pemafibrate (obat penurun lipid) dan telmisartan (obat tekanan darah). Hasilnya, kombinasi ini tidak hanya memperbaiki kesehatan hati pada model hewan, tetapi juga menunjukkan potensi besar dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Strategi "Dosis Rendah, Hasil Maksimal"

Salah satu temuan paling menarik dalam riset ini adalah efektivitas penggunaan dosis rendah. Para peneliti menemukan bahwa memberikan setengah dosis dari kedua obat tersebut secara bersamaan ternyata bekerja sama baiknya dengan memberikan dosis penuh dari salah satu obat saja.

Marta Alegret, profesor di Fakultas Farmasi dan Ilmu Pangan Universitas Barcelona yang memimpin riset ini, menjelaskan bahwa pendekatan ini jauh lebih aman.

"Terapi kombinasi dengan obat yang bekerja pada jalur patogenik yang berbeda mungkin menjadi strategi yang lebih baik daripada monoterapi, berkat kemungkinan efek sinergis dan pengurangan toksisitas terkait penggunaan dosis yang lebih rendah dari masing-masing obat," ujar Alegret.

Mengapa Menggunakan Obat Lama?

Banyak obat eksperimental untuk MASLD gagal dalam uji klinis karena masalah keamanan. Hal ini mendorong ilmuwan untuk mengeksplorasi repurposing atau penggunaan kembali obat yang sudah disetujui untuk kondisi lain. Strategi ini dinilai lebih cepat, hemat biaya, dan lebih aman bagi pasien pada tahap awal penyakit yang biasanya tidak menunjukkan gejala.

Alegret menekankan bahwa pengidap liver berlemak memiliki risiko kematian tinggi akibat masalah jantung. Karena itu, penggunaan pemafibrate dan telmisartan dianggap sangat tepat karena keduanya memang dirancang untuk mengelola risiko kardiovaskular.

Mekanisme Kerja yang Berbeda

Riset ini mengungkap bahwa kedua obat tersebut bekerja melalui jalur biologis yang berbeda. Peneliti menemukan peran penting protein PCK1 dalam cara telmisartan mengurangi lemak hati. Pada pengidap MASLD, kadar PCK1 cenderung rendah. Pengobatan dengan telmisartan berhasil memulihkan kadar protein ini, sehingga mengubah cara hati memproses nutrisi dari sintesis lemak menjadi sintesis glukosa.

"Peningkatan PCK1 ini mengalihkan aliran metabolit dari sintesis lipid ke sintesis glukosa. Kami mencatat bahwa ini tidak menyebabkan diabetes karena glukosa tersebut tidak menumpuk di dalam darah," tambah Profesor Alegret.

Harapan Masa Depan

Meski hasilnya sangat menjanjikan pada model tikus dan ikan zebra, para ilmuwan mengingatkan temuan ini masih berada pada tahap awal dan memerlukan uji klinis pada manusia.

Saat ini, tim peneliti tengah mendalami apakah kombinasi obat yang sama dapat bekerja pada tahap penyakit yang lebih lanjut, seperti fibrosis hati. Mereka juga mengembangkan model baru untuk melihat apakah manfaat obat ini bisa meluas hingga pengurangan aterosklerosis (penyempitan arteri), sehingga memberikan perlindungan menyeluruh bagi hati dan jantung pasien. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya