13 Dampak Sering Memarahi Anak Remaja

Reynaldi Andrian Pamungkas
22/4/2026 23:30
13 Dampak Sering Memarahi Anak Remaja
Berikut Dampak Sering Memarahi Anak Remaja(freepik)

SERING memarahi anak remaja adalah kebiasaan orang tua atau orang dewasa yang kerap menegur, membentak, atau mengekspresikan kemarahan secara berulang kepada anak yang sedang berada di masa remaja.

Masa remaja sendiri adalah periode perkembangan yang sensitif, sehingga cara komunikasi yang keras bisa berdampak besar pada kondisi emosional dan psikologis anak.

Berikut 13 Dampak Sering Memarahi Anak Remaja

1. Menurunnya Kepercayaan Diri

Remaja bisa merasa tidak dihargai dan menjadi kurang percaya diri.

2. Hubungan dengan Orang Tua Memburuk

Sering dimarahi membuat anak menjauh dan enggan terbuka.

3. Meningkatkan Risiko Stres

Tekanan terus-menerus dapat memicu stres hingga kecemasan.

4. Perilaku Memberontak

Remaja bisa melawan aturan atau menjadi lebih sulit diatur.

5. Kesulitan Mengelola Emosi

Anak bisa meniru cara marah dan kesulitan mengontrol emosi sendiri.

6. Menurunnya Prestasi

Kondisi emosional yang tidak stabil dapat mengganggu fokus belajar.

7. Rasa Takut Berlebihan

Anak menjadi takut melakukan kesalahan dan tidak berani mencoba hal baru.

8. Komunikasi Tertutup

Remaja cenderung menyimpan masalah sendiri dan tidak mau bercerita.

9. Risiko Masalah Kesehatan Mental

Dalam jangka panjang bisa berhubungan dengan kondisi seperti Depresi.

10. Perilaku Agresif

Anak bisa menjadi lebih mudah marah atau agresif terhadap orang lain.

11. Hilangnya Rasa Aman di Rumah

Rumah yang seharusnya nyaman bisa terasa menegangkan.

12. Kurangnya Rasa Empati

Anak yang sering dimarahi bisa kesulitan memahami perasaan orang lain.

13. Menurunnya Motivasi

Remaja bisa kehilangan semangat untuk berkembang karena merasa selalu salah.

Sering memarahi anak remaja dapat berdampak negatif pada emosi, perilaku, dan hubungan keluarga. Pendekatan yang lebih bijak dan komunikatif akan membantu perkembangan anak menjadi lebih baik. (Z-4)

Sumber: alodokter, halodoc



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya