Mahasiswa Serukan Pentingnya Menjaga Persatuan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

Cahya Mulyana
22/4/2026 21:44
Mahasiswa Serukan Pentingnya Menjaga Persatuan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital
Para mahasiswa mengajak bangsa menjaga persatuan.(dok.istimewa)

SEJUMLAH pimpinan organisasi mahasiswa menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat peran strategis mahasiswa di tengah dinamika geopolitik global dan derasnya arus informasi digital. Seruan tersebut mengemuka dalam forum Konsolidasi dan Diskusi Kebangsaan bertajuk Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia: Suara Pemuda di Tengah Krisis Global, yang mempertemukan berbagai elemen mahasiswa lintas organisasi.

Bendahara Umum Presidium Nasional Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Tirta Gangga Listiawan, menegaskan mahasiswa harus mampu memahami substansi isu, bukan sekadar mengikuti arus yang sedang viral.

“Mahasiswa harus paham posisi Undang-Undang Dasar sebagai norma dasar. Jangan sampai ikut menggiring opini tanpa memahami mekanisme konstitusi yang benar,” ujarnya.

Menurut Tirta, literasi hukum dan politik menjadi kunci agar mahasiswa tidak terjebak dalam narasi yang berpotensi memecah belah. Ia juga mengingatkan bahwa ketidakstabilan nasional dapat berdampak luas, mulai dari ekonomi hingga keamanan.

“Kalau persatuan terganggu, dampaknya ke mana-mana—investasi menurun, ekonomi terganggu, hingga stabilitas negara terancam,” tegasnya.

Senada, Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, mengingatkan bahwa situasi geopolitik global yang tidak menentu berdampak langsung terhadap kondisi dalam negeri, termasuk sektor ekonomi.

“Geopolitik dunia hari ini sangat memengaruhi kita, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan seperti BBM. Mahasiswa harus bisa menjelaskan ini ke masyarakat, tapi tetap kritis terhadap kebijakan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti maraknya disinformasi di media sosial yang kerap memicu perpecahan di kalangan mahasiswa. “Jangan sampai kita mudah terpecah hanya karena narasi yang tidak jelas. Kita harus verifikasi setiap informasi,” tegasnya.

Kekuatan utama mahasiswa terletak pada persatuan dan kemampuan berpikir kritis. Tanpa itu, gerakan mahasiswa dinilai akan mudah terpecah dan kehilangan arah. “Kalau kita bersatu, kita kuat. Tapi kalau terpecah, sulit memperjuangkan kepentingan rakyat,” pungkas Muzammil.

Koordinator Nasional BEM PTMAI, Yogi Syahputra Alaydrus, menekankan bahwa persatuan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap nyata.

“Persatuan itu bukan sekadar berkumpul, tapi bagaimana kita menjaga kesatuan berdasarkan konstitusi,” ujarnya.

Yogi juga menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah yang perlu menjadi perhatian dalam kebijakan nasional. Ia menilai mahasiswa harus kritis, namun tetap memahami tujuan besar dari setiap kebijakan pemerintah.

“Kebijakan adalah alat untuk menciptakan kesejahteraan. Maka kita harus kritis, tapi juga objektif melihat konteksnya,” katanya. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya