Psikolog Ungkap Dampak Gadget Berlebih pada Anak, Ganggu Perkembangan Motorik

Asha Bening Rembulan
22/4/2026 21:00
Psikolog Ungkap Dampak Gadget Berlebih pada Anak, Ganggu Perkembangan Motorik
Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana, di acara Konferensi Pers OREO Berbagi Seru, Perpustakaan Nasional RI (22/04/2026)(MI/Asha Bening Rembulan)

MEMUSIKI dunia yang tidak dapat lepas dari gadget menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan anak. Meskipun gadget dapat memberi dampak positif pada perkembangan anak, seperti meningkatkan kreativitas dan kemampuan berkomunikasi, tetapi gadget berdampak negatif bagi kemampuan sosial anak.

Ditemui pada acara Konferensi Pers Peluncuran Program OREO Berbagi Seru di Perpustakaan Nasional RI hari Rabu (22/04), psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiana, menyebutkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan pada anak akan mengganggu perkembangan motorik anak.

Ganggu Perkembangan Motorik

Kehadiran gadget yang semakin lekat di kehidupan sehari-sehari menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak. Permainan digital di gawai dan media sosial menjadi aktivitas utama saat ini. Tidak hanya pada orang dewasa, anak-anak juga menghabiskan waktu berjam-jam di layar gawai mereka. Tentunya, hal ini secara tidak langsung mengurangi aktivitas fisik dan interaksi langsung.

Berbeda dengan anak-anak yang aktif melakukan aktivitas tubuh, anak yang hanya duduk bermain game di layar terlalu lama akan memiliki kendala secara perkembangan, mulai dari fungsi berpikir, keterbatasan fokus, hingga kelemahan motorik.

“Anak-anak yang duduk main game kelamaan itu pasti biasanya punya kendala secara perkembangan. Jadi, fungsi berpikirnya, terus fokusnya terbatas, dan ada sisi yang lemah secara motorik. Kalau motorik kasarnya terganggu, maka motorik halusnya juga akan terkendala,” jelas Irma (22/04).

Irma bahkan menyebutkan bahwa kebanyakan anak zaman sekarang yang terlalu banyak menggunakan gadget memiliki motorik halus yang tidak bagus dan berdampak pada aktivitas sehari-hari lainnya, seperti menulis.

“Contoh saja, kalau main bola kasti, lempar pakai tangan, gitu, ya. Maka otot di area lengan itu akan berfungsi dan kuat. Punggung juga akan kuat, makanya ketika menulis itu tulisannya akan lebih bagus dan rapi,” ungkap Irma.

“Anak zaman sekarang, dari pengalaman praktik, kebanyakan motorik halusnya gak terlalu bagus karena akses motorik terbatas. Itu karena tadi, mereka hanya scrolling gitu aja,” tambahnya.

Permainan Tradisional Banyak Manfaat

Menanggapi kenaikan tren penggunaan gadget tersebut, Irma menyinggung bahwa permainan tradisional sangat perlu untuk dihadirkan dalam kegiatan sehari-hari anak, mulai dari lingkungan sekolah hingga di lingkungan keluarga.

“Permainan tradisional itu perlu banget karena banyak sekali manfaatnya untuk konsep motorik. Motorik itu, kan, terintegrasi dari ujung kaki sampai ujung kepala, semua isinya syaraf dan syaraf itu membutuhkan pengalaman realistis,” tutur Irma.

Dalam mengasah kemampuan motorik tersebut tercermin dalam aktivitas permainan tradisional yang menggerakkan seluruh anggota tubuh. Misalnya, dari sentuhan tangan dan gerakkan mata yang akan menangkap rangsang lalu menyimpannya di dalam memori yang nantinya akan terintegrasi secara keseluruhan.

“Tangan ikut nyoba, mata juga ikut bergerak, terus kalau ada tekstur itu nanti anak bisa tahu. Nah, itu semua nanti ada di dalam kepalanya, ada di dalam memorinya. Jadi, memang permainan tradisional harus diselipkan dalam aktivitas main di sekolah dan di rumah juga,” kata Irma.

Irma juga menyarankan beberapa permainan yang bisa membantu dalam melatih motorik anak, khususnya dimulai dari merangsang motorik kasar, seperti pada permainan lompat tali dan bola kasti.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya