Bukan Karena Cerdas, Burung Pipit Zebra Betina Pilih Pasangan Berdasarkan Kerumitan Dansa

Thalatie K Yani
22/4/2026 12:00
Bukan Karena Cerdas, Burung Pipit Zebra Betina Pilih Pasangan Berdasarkan Kerumitan Dansa
Ilustrasi(freepik)

DALAM dunia fauna, tarian memikat sering kali dianggap sebagai cerminan kecerdasan sang jantan. Namun, sebuah studi terbaru dari University of Montreal (UdeM) mematahkan anggapan tersebut. Penelitian pada burung Pipit Zebra (Zebra Finch) menunjukkan betina lebih menyukai jantan dengan gerakan dansa yang rumit, meski sang penari tidak lebih cerdas dari rivalnya.

Temuan ini mendefinisikan ulang salah satu ritual pendekatan paling mencolok dalam dunia burung sebagai indikator kondisi fisik, bukan sebagai cermin dari kecerdasan umum atau kognisi yang superior.

Rumit Bukan Berarti Pintar

Melalui pengamatan terhadap 164 performa pejantan, Marie Barou-Dagues dari UdeM menemukan bahwa daya tarik utama terletak pada variasi gerakan dan cara pejantan menyusun urutan tarian tersebut. Menariknya, preferensi betina terhadap dansa yang kompleks ini tetap bertahan meski pejantan tersebut tidak memiliki skor tinggi dalam tes memori, pembelajaran, maupun pengendalian diri.

"Betina tidak perlu 'memahami' alasannya; mereka secara alami cenderung menyukai sinyal-sinyal tertentu," ujar Barou-Dagues.

Satu-satunya aspek kognitif yang berkaitan dengan tarian tersebut hanyalah motor learning atau kemampuan mengasah gerakan melalui latihan. Namun, kemampuan spesifik ini tidak bisa dijadikan dasar bahwa penari yang baik lebih pintar secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dansa Sebagai Indikator Kebugaran Fisik

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters ini menjelaskan bahwa rutinitas dansa yang menuntut fisik merupakan sinyal kesehatan dan energi yang tersimpan. Gerakan yang bervariasi membutuhkan kekuatan otot, keseimbangan, dan stamina tinggi. Pejantan yang lemah dipastikan akan kesulitan mengulangi variasi gerakan di bawah tekanan sosial.

Kondisi fisik yang prima ini sangat krusial bagi kelangsungan hidup keturunan. Burung yang bugar cenderung lebih mahir dalam mencari makan dan memberikan perawatan parental, sehingga anak-anak mereka memiliki peluang hidup yang lebih besar setelah menetas.

Pelajaran bagi Manusia

Fenomena ini juga memberikan perspektif menarik bagi manusia. Meskipun manusia menggunakan bahasa, humor, dan nilai-nilai bersama dalam memilih pasangan, penilaian terhadap gerakan fisik tetap memiliki tempat tersendiri.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa daya tarik dapat memberikan informasi biologis yang nyata tanpa perlu adanya kesadaran penuh dari pihak yang memilih. Bagi Pipit Zebra, dansa yang rumit adalah kartu nama yang menunjukkan kebugaran fisik, bukan bukti ijazah kecerdasan. (EArth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya