Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), banyak yang mengira kemampuan bahasa asing akan semakin tergantikan. Namun, data justru menunjukkan sebaliknya.
Laporan TOEIC Global English Skills Report mengungkapkan bahwa 81% perusahaan global menilai kehadiran AI justru meningkatkan kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris di dunia kerja.
Fenomena ini juga diperkuat oleh perubahan perilaku tenaga kerja, khususnya Gen Z. Berdasarkan survei Populix, 70% masyarakat Indonesia menilai kemampuan bahasa asing sebagai kunci utama untuk bersaing di pasar kerja global.
Dengan semakin terbukanya peluang kerja remote dan lintas negara, kebutuhan akan bahasa asing menjadi semakin relevan, bahkan untuk mereka yang bekerja dari Indonesia.
Jika dulu bahasa Inggris dianggap sebagai keunggulan tambahan, kini posisinya telah berubah menjadi “basic requirement”. Banyak perusahaan global menjadikan bahasa Inggris sebagai standar komunikasi utama, terutama dalam kolaborasi lintas negara dan penggunaan tools digital.
Bahkan, studi dari International Data Corporation (IDC) menemukan bahwa 78% perusahaan di Asia Pasifik mengalami hambatan kolaborasi akibat kendala bahasa, yang berdampak pada kerugian bisnis hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. Artinya, kemampuan bahasa Inggris bukan hanya soal bisa berbicara, tetapi juga berkaitan langsung dengan produktivitas, efisiensi kerja, dan peluang karir.
Selain bahasa Inggris, Mandarin menjadi salah satu bahasa yang semakin diminati di 2026. Hal ini tidak terlepas dari peran Tiongkok sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, dengan kontribusi sekitar 18% terhadap PDB global.
Bagi Gen Z, menguasai Mandarin bukan hanya membuka peluang kerja di perusahaan multinasional, tetapi juga memperluas akses ke pasar bisnis, investasi, hingga jaringan profesional di Asia. Tidak heran jika saat ini Mandarin mulai dilihat sebagai “strategic skill”, terutama di sektor seperti teknologi, perdagangan, dan keuangan.
Menariknya, cara Gen Z belajar bahasa juga mengalami perubahan signifikan. Mereka tidak lagi bergantung pada metode konvensional, melainkan memanfaatkan platform digital, konten interaktif, hingga pembelajaran berbasis praktik langsung.
Motivasi mereka pun semakin jelas: bukan sekadar lulus ujian, tetapi untuk:
Di sinilah bahasa asing menjadi career accelerator, bukan sekadar kemampuan tambahan. Pertanyaannya, di era AI yang serba canggih, apakah masih perlu belajar bahasa asing? Jawabannya lebih perlu dari sebelumnya.
AI memang bisa membantu menerjemahkan, tetapi tidak bisa sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia dalam memahami konteks, membangun relasi, dan berkomunikasi secara efektif. Justru, kemampuan bahasa menjadi pelengkap penting untuk memaksimalkan penggunaan teknologi tersebut.
Melihat tren ini, belajar bahasa asing bukan lagi soal “kalau sempat”, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis, terutama bagi Gen Z yang ingin tetap relevan di dunia kerja global.
Namun, yang sering menjadi tantangan adalah menemukan metode belajar yang efektif, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan karier.
Platform seperti Cakap hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut, dengan pembelajaran bahasa Inggris, Mandarin, hingga bahasa asing lainnya yang dirancang praktis dan relevan dengan dunia profesional.
Karena di 2026, kemampuan bahasa bukan hanya tentang bisa berbicara, tetapi tentang membuka peluang yang lebih besar. (RO/Z-10)
V BTS pamer keseriusan belajar bahasa Inggris di media sosial. Fans mengaitkannya dengan komentar RM soal jadi satu-satunya “translator” di grup.
Lionel Messi menyadari bahwa keterbatasan bahasa ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-harinya, terutama saat ia harus membangun relasi dengan berbagai kalangan internasional.
Berikut adalah empat strategi sederhana namun efektif yang dirancang untuk meningkatkan kelancaran dan kepercayaan diri Anda dalam berbicara bahasa Inggris.
BAGAIMANA rasanya memahami sebuah bahasa, tetapi enggan menggunakannya?
TINGKAT kecemasan dalam berbicara bahasa Inggris di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia menunjukkan angka yang signifikan, menegaskan bahwa hambatan terbesar dalam belajar bahasa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved