Pramuka UNJ Dorong Pemberian Gelar Pahlawan untuk Husen Mutahar

M Ilham Ramadhan Avisena
20/4/2026 18:51
Pramuka UNJ Dorong Pemberian Gelar Pahlawan untuk Husen Mutahar
Kegiatan ziarah dan doa bersama di makam Husen Mutahar.(UNJ)

Kegiatan ziarah dan doa bersama di makam Husen Mutahar menjadi momen penting bagi keluarga besar Pramuka Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk memperkuat langkah pengusulan gelar Pahlawan Nasional. Kegiatan yang berlangsung di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada (19/4) itu berlangsung khidmat dan sarat makna. Ziarah tersebut menunjukkan komitmen bersama berbagai pihak dalam mengawal proses pengajuan gelar sesuai ketentuan yang berlaku.

Rektor UNJ, Komarudin, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pramuka UNJ yang telah menggagas usulan tersebut. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kesadaran sejarah sekaligus memperkuat legitimasi moral atas kontribusi besar Mutahar bagi bangsa.

“Saya mengapresiasi keluarga besar Pramuka UNJ yang menginisiasi mengusulkan almarhum sebagai Pahlawan Nasional sesuai peraturan yang ada. Kami juga memohon dukungan dari seluruh elemen Pramuka agar ikhtiar ini dapat terwujud,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi Mutahar tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga terus hidup melalui karya-karyanya. Lagu-lagu seperti “Syukur”, “Hari Merdeka”, “Dirgahayu Indonesia”, hingga Hymne Pramuka dinilai berperan penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan.

Ia juga menekankan bahwa Mutahar merupakan sosok teladan dalam gerakan kepramukaan, khususnya dalam pembinaan karakter generasi muda.

Sebagai tindak lanjut, keluarga besar Pramuka UNJ menyatakan siap mengambil peran strategis dalam proses pengusulan gelar tersebut. Upaya yang akan dilakukan mencakup penyusunan naskah akademik, penyelenggaraan seminar ilmiah, hingga pertunjukan karya musik sebagai bentuk diseminasi nilai perjuangan Mutahar kepada masyarakat luas.

Dalam pelaksanaannya, Pramuka UNJ akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Batavia Chamber Orchestra UNJ, guna menghidupkan kembali karya-karya Mutahar di ruang publik.

“Ziarah ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal konsolidasi gerakan bersama. Kita bergotong royong agar jasa almarhum diakui secara resmi oleh negara melalui gelar Pahlawan Nasional,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan UNJ, pengurus Kwarda DKI Jakarta, Kwarcab dari berbagai wilayah, perwakilan Purna Paskibraka, hingga pembina dan anggota Pramuka dari berbagai sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai simbol penghormatan. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya