Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM khazanah Asmaul Husna, umat Islam sering kali lebih akrab dengan nama Al-Ghaffar (Maha Pengampun). Namun, terdapat satu nama yang memiliki kedalaman makna luar biasa terkait bagaimana Allah SWT menjaga kehormatan hamba-Nya, yaitu As-Sittir (السِّتِّيرُ ) atau As-Satiir (السَّتِيرُ).
Nama itu mengajarkan kita bahwa Allah bukan sekadar mengampuni dosa, tetapi juga menutupi noda dan kekurangan hamba-Nya dari pandangan makhluk lain. Yuk kita kaji bersama.
Secara bahasa, As-Sittir berasal dari akar kata satara yang berarti menutup atau menyembunyikan. Dalam konteks ketuhanan, As-Sittir bermakna Zat yang Maha Menutup. Allah menutupi dosa-dosa hamba-Nya di dunia agar tidak dipermalukan dan Dia juga menutupi kekurangan fisik maupun batin manusia.
Para ulama menjelaskan perbedaan halus antara Al-Ghaffar dan As-Sittir. Al-Ghaffar berkaitan dengan penghapusan dosa dan perlindungan dari siksa. As-Sittir lebih menekankan pada perlindungan terhadap reputasi dan kehormatan seorang hamba di hadapan manusia lain.
Nama As-Sittir secara eksplisit disebutkan dalam hadis sahih. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu Maha Pemalu lagi Maha Menutup (Sittir), Dia mencintai rasa malu dan sikap tertutup (menutupi aib). Maka jika salah seorang di antara kalian mandi, hendaknya ia menutup diri." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i).
Hadis ini menjadi landasan utama bahwa As-Sittir adalah salah satu nama Allah yang tetap (tsabit) berdasarkan sunnah yang sahih.
Baca juga : Karakteristik Juz 18, 19, 20 Al-Quran Daftar Surat dan Keutamaannya
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa sifat Allah ini merupakan bentuk kasih sayang-Nya. Allah tidak terburu-buru membuka kedok hamba-Nya yang bermaksiat, melainkan memberi kesempatan untuk bertaubat.
Imam Al-Ghazali dalam Al-Maqshad Al-Asna menekankan bahwa seorang hamba yang meneladani sifat ini akan menjadi pribadi yang tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus). Ia akan sibuk memperbaiki aibnya sendiri daripada menyebarkan aib orang lain.
Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya
Mengamalkan zikir dengan asma Ya Sittir atau memahami maknanya memiliki keutamaan spiritual yang besar, di antaranya:
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Hakam yang Menetapkan Hukum Sebab Akibat
Baca juga: Asmaul Husna Al-Qabidh-Al-Basith Maha Menyempitkan dan Melapangkan
Pelajari makna mendalam Al-Mani' (Maha Mencegah), dalil Al-Qur'an, pandangan ulama, serta keutamaan mengamalkan zikir ini untuk perlindungan diri.
Pelajari makna mendalam Asmaul Husna Asy-Syafi (Maha Menyembuhkan), dalil Al-Qur'an dan Hadis, serta keutamaan zikirnya menurut ulama dan kitab salaf.
Pelajari mendalam makna Asmaul Husna Ar-Rafiq (Maha Lembut), dalil dalam hadis, pandangan ulama, serta keutamaan zikirnya untuk ketenangan jiwa.
Kupas tuntas makna Al-Jamil, dalil dalam hadits, serta keutamaan mengamalkan zikir Al-Jamil menurut para ulama dan kitab-kitab tasawuf klasik.
Pelajari mendalam makna Al-Muhsin, dalil dari hadis, pendapat ulama, serta keutamaan mengamalkan zikir Al-Muhsin dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved