Sangha Agung Indonesia Rayakan Kehadiran 67 Tahun di Indonesia

Naufal Zuhdi
18/4/2026 20:27
Sangha Agung Indonesia Rayakan Kehadiran 67 Tahun di Indonesia
Sangha Agung Indonesia (Sagin) merayakan momen bersejarah 67 tahun pengabdiannya di tanah air (1959-2026).(Dok.Istimewa)

SANGHA Agung Indonesia (Sagin) merayakan momen bersejarah 67 tahun pengabdiannya di tanah air (1959-2026) di Auditorium Prasadha Jinarakkhita, Jakarta, Sabtu, (18/4). 

Sangha Agung Indonesia  merupakan perkumpulan para biksu/biksuni, generasi penerus dari pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia. Perayaan ini merupakan wujud syukur atas perjalanan panjang Sangha Agung Indonesia, dalam membimbing umat serta kontribusi aktifnya bagi pembangunan karakter bangsa yang inklusif dan harmonis.

Mengusung tema besar “Sangha Agung untuk Indonesia", peringatan tahun ini menitikberatkan pada perwujudan nilai-nilai Dharma, dalam menjaga keharmonisan pada sesama manusia, semua makhluk hidup, lingkungan dan alam semesta, serta kepada bangsa dan negara melalui gerakan nyata di seluruh penjuru negeri.

Ketua Umum Sangha Agung Indonesia, Y.M. Khemacaro Mahathera, dalam keterangannya menekankan bahwa usia 67 tahun adalah simbol kematangan dalam pengabdian. 

“Melalui tema 'Sangha Agung untuk Indonesia', kami ingin memastikan bahwa kehadiran Sangha memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup di tanah air," ucap dia dikutip dari siaran pers yang diterima.

Sebagai bagian dari perayaan ini, Sagin bersama Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) melaksanakan berbagai program serta melaksanakan Asta Program Prioritas Menteri Agama di antaranya Penanaman 6.700 Pohon Sebuah aksi kepeduli terhadap lingkungan, Sangha Mengajar sebuah  program edukasi Dharma untuk memperdalam pemahaman ajaran Buddha, Doa Lintas Agama untuk mendoakan keselamatan, keberkahan, kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dan  Pameran Relik Mahabhiksu Ashin Jinarakkhita, ( penerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama tahun 2005).

Puncak acara dihadiri tidak kurang dari 1.000 umat dari berbagai provinsi, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, Ketua Komisi XII DPR RI,  Bambang Patijaya , Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DK Jakarta, Ali Maulana Hakim, anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, dan anggota DPRD Banten, Christian Lois dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Yusuf Aman. "Serta tokoh lintas agama yang memimpin doa untuk keselamatan bangsa dan negera serta dunia," terang Y.M Bhadranatha Thera selaku Ketua Panitia Pelaksana.

"Di tengah-tengah acara ini, kami juga ingin menyerukan kepada segenap umat Buddha pada khususnya, dan warga bangsa pada umumnya, agar kita senantiasa menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI, serta turut mendoakan untuk keselamatan, keberkahan, kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dan perdamaian dunia, agar dunia terbebas dari pertikaian dan hal-hal buruk," ungkap Amin Untario selaku Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia.

Peringatan ini juga mengenang jasa pelopor kebangkitan Agama Buddha di Indonesia, mendiang Y.A. M.N.S. Ashin Jinarakkhita, yang semangatnya terus hidup dalam setiap langkah pengabdian para Biksu dan Biksuni Sangha Agung Indonesia hingga saat ini. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya