Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VARISES masih sering dianggap masalah penampilan semata. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal gangguan serius pada pembuluh darah yang berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak ditangani sejak dini.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Heartology Cardiovascular Hospital, Emanoel Oepangat, menegaskan bahwa varises bukan sekadar urat yang tampak menonjol di kaki, melainkan bagian dari penyakit vena kronis.
“Varises menunjukkan adanya gangguan aliran balik darah di pembuluh vena, khususnya di tungkai bawah. Sayangnya, banyak pasien baru mencari pertolongan saat kondisinya sudah parah,” ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (17/4)
Menurut dia, varises bersifat progresif. Artinya, kondisi ini akan terus memburuk jika dibiarkan. Dalam jangka panjang, varises dapat memicu berbagai komplikasi seperti insufisiensi vena kronis, luka terbuka (ulkus), hingga trombosis vena dalam (DVT) yang berisiko fatal.
Secara global, angka kejadian varises cukup tinggi. Data dari Journal of Vascular Surgery dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 25 persen wanita dan 10–15 persen pria di dunia mengalami kondisi ini.
Gejala varises kerap muncul perlahan dan sering tidak disadari. Pada tahap awal, penderita biasanya merasakan kaki berat, nyeri tumpul setelah berdiri lama, hingga pembengkakan di area pergelangan kaki, terutama menjelang sore hari.
Selain itu, tanda lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya pembuluh darah berwarna kebiruan atau keunguan di bawah kulit, yang lama-kelamaan bisa menonjol dan berliku.
“Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang berdiri terlalu lama, seperti pekerja pabrik, tenaga medis, atau petugas keamanan. Namun, duduk terlalu lama seperti pekerja kantoran dan pengemudi juga berisiko,” jelasnya.
Wanita disebut memiliki risiko lebih tinggi akibat pengaruh hormon. Perubahan hormon saat kehamilan atau menopause dapat melemahkan dinding pembuluh darah, ditambah tekanan di area perut yang memperberat kerja vena di kaki.
Pada tahap lanjut, varises dapat menyebabkan perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, terutama di area betis. Bahkan, bercak kehitaman yang sering dikira akibat diabetes bisa menjadi tanda penyakit vena kronis yang sudah berlangsung lama.
Untuk penanganan, dokter menyarankan pemeriksaan sejak dini agar terapi bisa disesuaikan dengan kondisi pasien. Beberapa metode yang tersedia antara lain penggunaan stoking kompresi, sclerotherapy, hingga prosedur modern seperti radiofrequency ablation dan terapi laser vena yang minim sayatan.
“Dengan teknologi saat ini, penanganan varises bisa dilakukan tanpa operasi besar dan pasien bisa langsung pulang di hari yang sama,” katanya.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa varises bukan sekadar masalah kosmetik, melainkan kondisi medis yang perlu perhatian serius. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved