Cara Hentikan Kecanduan Gawai Anak dalam 2 Minggu Menurut Dokter IDAI

Putri Rosmalia Octaviyani
14/4/2026 22:25
Cara Hentikan Kecanduan Gawai Anak dalam 2 Minggu Menurut Dokter IDAI
Ilustrasi anak kecanduan gawai.(Dok. Freepik)

KECANDUAN gawai atau adiksi gadget pada anak menjadi tantangan serius bagi orangtua di era digital. Namun, kabar baiknya, kondisi ini dapat diatasi dalam waktu yang relatif singkat. Menurut pakar kesehatan, proses pemulihan adiksi gawai pada anak umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan.

Dokter Anak dan Ahli Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Bernie Endyarni Medise, menjelaskan bahwa kunci utama dalam menghentikan anak kecanduan gawai adalah konsistensi orangtua dalam menerapkan pembatasan total.

Proses Pemulihan: Menghadapi Fase 'Cranky'

Dr. Bernie menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman klinisnya, anak bisa lepas dari ketergantungan gawai dalam 1-2 minggu jika penggunaan dihentikan sama sekali. Namun, orangtua harus siap menghadapi reaksi emosional anak.

“Sebenarnya untuk menghentikan, biasanya membutuhkan 1-2 minggu kalau kita hentikan sama sekali, walau itu mungkin akan membuat anak sedikit cranky (rewel atau mudah marah),” ujar Dr. Bernie yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang 3 Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Reaksi rewel tersebut dinilai wajar karena berkaitan dengan mekanisme otak. Saat bermain gawai, otak melepaskan dopamin yang memberikan stimulasi cepat dan menyenangkan. Ketika akses tersebut diputus, anak akan merasa kehilangan sumber kesenangannya dan berusaha mendapatkannya kembali melalui perilaku rewel.

Strategi Pengalihan Aktivitas

Menghentikan gawai saja tidak cukup. Dr. Bernie menyarankan orangtua untuk aktif mengalihkan perhatian anak ke aktivitas alternatif yang tidak kalah menarik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Aktivitas Fisik: Mengajak anak bermain di luar ruangan atau berolahraga.
  • Permainan Tradisional: Mengenalkan kembali permainan non-digital yang melibatkan interaksi sosial.
  • Kegiatan Kreatif: Melibatkan anak dalam aktivitas sederhana di rumah seperti memasak atau berkebun.

“Orangtua harus mengalihkan. Orangtua juga harus mengajak melakukan sesuatu yang cukup menarik bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukannya,” tambahnya.

Konsistensi adalah kunci. Jika orang tua menyerah saat anak rewel, proses pemulihan akan kembali ke titik nol. Berdasarkan pengalaman medis, anak tidak akan mencari gawai lagi setelah melewati masa transisi dua minggu jika tidak diberikan akses kembali.

Orangtua Sebagai Role Model

Selain memberikan aktivitas pengganti, peran orangtua sebagai role model atau panutan sangat krusial. Dr. Bernie menekankan agar orangtua tidak menunjukkan perilaku kontradiktif.

“Sebisa mungkin pada saat itu orangtua jangan bermain gawai juga di depan anak, yang tentunya anak akan tertarik lagi untuk meminta gawainya kembali,” tegasnya.

Dengan komitmen penuh, pengalihan yang tepat, dan keteladanan dari orangtua, adiksi gawai pada anak dapat disembuhkan, sehingga tumbuh kembang anak dapat kembali optimal tanpa ketergantungan layar. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya