Rahasia Kehidupan Kuno Terbuka, Ilmuwan Teliti DNA Organisme Purba

N Apuan Iskandar
14/4/2026 09:59
Rahasia Kehidupan Kuno Terbuka, Ilmuwan Teliti DNA Organisme Purba
Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan kembali mencatat terobosan penting dalam bidang genetika setelah berhasil mengekstrak DNA dari organisme hidup yang usianya diperkirakan lebih tua dibandingkan Piramida Giza. Penemuan ini membuka peluang baru dalam memahami evolusi kehidupan serta ketahanan organisme terhadap perubahan lingkungan ekstrem selama ribuan tahun.

Riset ini berkaitan erat dengan studi di bidang Genetika dan Mikrobiologi, yang berfokus pada organisme mikroskopis seperti bakteri dan mikroba purba. Dalam beberapa kasus, para peneliti berhasil mengisolasi materi genetik dari mikroorganisme yang terperangkap dalam lapisan es kuno (permafrost) atau sedimen purba yang telah bertahan selama puluhan ribu tahun.

Salah satu pendekatan utama dalam penelitian ini adalah teknik DNA sequencing, yang memungkinkan ilmuwan membaca dan menganalisis susunan genetik organisme tersebut. Dengan teknologi ini, peneliti dapat membandingkan DNA kuno dengan spesies modern untuk melacak perubahan evolusioner yang terjadi selama ribuan hingga jutaan tahun.

Menurut laporan dari NASA Astrobiology Program dan publikasi di jurnal ilmiah seperti Nature Communications, beberapa mikroorganisme yang ditemukan dalam permafrost Siberia diperkirakan berusia lebih dari 30.000 tahun. Usia ini jauh melampaui Piramida Giza di Mesir yang dibangun sekitar 4.500 tahun lalu, menjadikan organisme tersebut sebagai salah satu bentuk kehidupan tertua yang masih dapat dianalisis secara genetik.

Penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek sejarah kehidupan, tetapi juga memiliki implikasi besar bagi masa depan. Salah satunya adalah potensi pemanfaatan gen dari organisme purba untuk pengembangan bioteknologi, termasuk enzim yang tahan terhadap suhu ekstrem atau kondisi lingkungan keras. Selain itu, studi ini juga memberikan wawasan penting terkait kemungkinan kehidupan di planet lain, terutama di lingkungan ekstrem seperti Mars atau bulan es di tata surya.

Namun, para ilmuwan juga mengingatkan adanya risiko dalam menghidupkan kembali atau mempelajari organisme kuno. Beberapa mikroba purba berpotensi membawa patogen yang belum pernah terpapar pada sistem imun manusia modern. Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan protokol keamanan ketat di laboratorium khusus.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, eksplorasi DNA kuno diperkirakan akan terus berkembang. Temuan ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang masa lalu Bumi, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi ilmiah di masa depan. (Nature Communications Journal/NASA Astrobiology Program/National Center for Biotechnology Information (NCBI)/Scientific Reports Journal on Permafrost Microorganisms/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya