Cloud Jaguar Langka Muncul Kembali di Pegunungan Honduras Setelah Satu Dekade

Thalatie K Yani
14/4/2026 07:42
Cloud Jaguar Langka Muncul Kembali di Pegunungan Honduras Setelah Satu Dekade
Seekor jaguar jantan tertangkap kamera di ketinggian 2.200 meter di Sierra del Merendón, Honduras. Sinyal positif bagi pemulihan populasi kucing besar yang terancam punah.(Panthera Honduras)

SEBUAH pemandangan langka berhasil diabadikan oleh kamera pengintai di pegunungan Sierra del Merendón, Honduras. Seekor jaguar jantan tertangkap kamera di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut, sebuah penampakan pertama di wilayah tersebut dalam satu dekade terakhir.

Gambar yang dibagikan secara eksklusif kepada CNN ini memperlihatkan seekor "cloud jaguar" (jaguar awan) pada 6 Februari lalu. Penampakan di hutan dataran tinggi ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemulihan lingkungan di negara Amerika Tengah tersebut.

Ancaman Kepunahan dan Deforestasi

Menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), jaguar telah kehilangan 49% dari wilayah jelajah historisnya di benua Amerika. Meskipun populasi terbesar berada di Amazon, populasi lainnya diklasifikasikan sebagai terancam atau sangat terancam punah.

Di Honduras, tantangan utama bagi kucing besar ini adalah hilangnya habitat. "Deforestasi dan perburuan liar adalah ancaman terbesar, dan kami telah bekerja keras untuk mengatasi keduanya," ujar Franklin Castañeda, Direktur Panthera Honduras, organisasi konservasi yang menangkap gambar tersebut.

Data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa Honduras kehilangan 1,5 juta hektar tutupan pohon antara tahun 2001 hingga 2024, yang sebagian besar disebabkan oleh pembukaan lahan untuk pertanian permanen dan penggembalaan.

Tanda-Tanda Pemulihan Ekosistem

Pemerintah Honduras kini tengah menjalankan Rencana Nol Deforestasi 2029, yang melibatkan 8.000 tentara untuk berpatroli mencegah penebangan liar. Upaya ini mulai membuahkan hasil di kawasan Merendón.

"Tampaknya kita sedang melihat pemulihan pada kucing besar secara umum," kata Castañeda. Selain jaguar, survei sejak 2021 juga mendeteksi keberadaan puma, ocelot, jaguarundi, dan margay. Artinya, kelima spesies kucing liar yang diketahui ada di Honduras kini mendiami wilayah tersebut.

Dr. Allison Devlin, Direktur Program Jaguar di Panthera, menjelaskan bahwa penampakan jaguar di ketinggian seperti ini sangat jarang terjadi. "Konektivitas adalah kunci bagi masa depan jaguar," tegasnya. Jaguar tersebut diduga sedang melintasi koridor margasatwa dari Honduras timur menuju Guatemala untuk mencari pasangan.

Langkah Global untuk Jaguar

Kabar baik ini tidak datang sendirian. Di Meksiko, sensus nasional melaporkan kenaikan populasi jaguar sebesar 10%. Selain itu, kerangka internasional baru untuk perlindungan jaguar juga baru saja diadopsi dalam Konferensi Spesies Migran PBB (CMS COP15).

Panthera kini bekerja sama dengan Rainforest Trust untuk membangun kawasan lindung baru yang disebut Suaka Margasatwa Guanales. Kawasan ini akan menghubungkan taman nasional di Honduras dan Guatemala, memperkuat koridor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup genetik dan mobilitas predator puncak ini. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya