Foto Pertama, Kenangan Seumur Hidup

M Ilham Ramadhan Avisena
13/4/2026 23:15
Foto Pertama, Kenangan Seumur Hidup
Ilustrasi(Dok Fujifilm Indonesia)

DI tengah era digital yang dipenuhi ribuan foto, tidak semua orang memiliki kesempatan menyimpan kenangan dalam bentuk yang bisa disentuh. Bagi sebagian anak di panti asuhan, memiliki foto keluarga justru menjadi pengalaman pertama yang penuh makna.

Melalui program “First Family Photo”, Fujifilm Indonesia menghadirkan ruang bagi anak-anak panti asuhan untuk mengabadikan momen kebersamaan bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga. Program ini telah menjangkau sejumlah panti asuhan di Jakarta, termasuk Daarul Berkah Rahman, Nurul Iman Mentas, dan Aisyiyah Tahfidz Quran.

Dalam kegiatan ini, anak-anak menggunakan kamera instan instax untuk mengabadikan momen pilihan mereka sendiri. Tidak hanya sekadar berfoto, mereka juga menentukan dengan siapa dan dalam suasana seperti apa kenangan tersebut ingin direkam.

Di Panti Asuhan Daarul Berkah Rahman, Jagakarsa, pengalaman ini menjadi hal baru bagi banyak anak. Suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh tawa saat sesi foto dimulai, diiringi rasa antusias melihat hasil cetakan yang langsung jadi.

“Ini pengalaman pertama mereka bisa pegang kamera, foto bareng, dan langsung dapat hasilnya. Suatu saat ketika mereka berpisah, foto ini akan jadi kenangan,” ujar Annisa Novitasari, ibu asuh di yayasan tersebut.

Bagi Shafa, 13, momen ini menjadi kesempatan langka untuk mengabadikan kebersamaan dengan teman-temannya. “Foto pertama sama teman-teman, langka banget ini. Untungnya sekarang bisa, jadi semua fotonya berharga,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan anak-anak di Panti Asuhan Nurul Iman Mentas. Di tengah keterbatasan penggunaan perangkat digital, foto fisik memiliki nilai yang lebih personal karena bisa disimpan dan dilihat kembali kapan saja.

“Foto itu kan jadi memori. Anak-anak pasti akan simpan kenangan hari ini ketika mereka sudah besar nanti,” kata Budi Sulistio, Sekretaris panti tersebut.

Bagi sebagian anak, foto bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi simbol hubungan yang mereka miliki. Foto merepresentasikan kedekatan yang terbangun dalam keseharian, sekaligus menjadi cara sederhana untuk menyimpan cerita.

Di Panti Asuhan Aisyiyah Tahfidz Quran, makna keluarga juga dipahami secara lebih luas. Relasi yang terjalin tidak selalu berbasis ikatan darah, melainkan tumbuh dari kebersamaan dan proses pengasuhan sehari-hari.

“Tidak hanya merawat anak-anak, tapi juga membangun hubungan dengan orang tua atau wali yang masih ada demi masa depan mereka,” ujar Nuryani, ibu asuh di panti tersebut.

Melalui pendekatan ini, momen kebersamaan tidak hanya dirasakan, tetapi juga diabadikan menjadi kenangan yang dapat dibawa hingga masa depan.

President Director Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, menilai fotografi memiliki kekuatan untuk menghadirkan rasa memiliki bagi setiap individu.

“Kami percaya bahwa fotografi memiliki kekuatan untuk memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap anak memiliki sesuatu yang bisa mereka pegang sebagai bukti bahwa mereka dicintai, memiliki cerita, dan menjadi bagian dari sebuah keluarga,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif Instaxnesia, yang diwujudkan melalui artbook berjudul Instaxnesia: A Nation of Creative Expression. Artbook tersebut melibatkan 35 kreator lintas bidang dan seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk mendukung kegiatan sosial di panti asuhan.

Selain menghadirkan pengalaman fotografi, program ini juga disertai dengan penyaluran bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta makanan berbuka kepada panti asuhan yang dikunjungi.

Sejak pertama kali dijalankan pada 2022, program “First Family Photo” telah menjangkau 17 panti asuhan di berbagai wilayah. Melalui inisiatif ini, Fujifilm Indonesia berharap setiap anak tidak hanya membawa pulang foto, tetapi juga rasa percaya diri, kebersamaan, serta keyakinan bahwa setiap cerita mereka layak untuk disimpan dan dikenang. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya