Rekor Ikan Terdalam dan Misteri Satwa Tak Dikenal di Palung Jepang

Thalatie K Yani
13/4/2026 11:00
Rekor Ikan Terdalam dan Misteri Satwa Tak Dikenal di Palung Jepang
G. Bassozetus sp. masuk. 2; H Bassozetus sp. masuk. 3; Saya Bassozetus sp. masuk. 6; J Pseudoliparis sp. masuk. 1; K Pseudoliparis sp. masuk. 2; L Pseudoliparis sp. masuk.(Pensoft.)

SELAMA ini, palung terdalam di samudra dianggap sebagai perbatasan terakhir di Bumi, wilayah terpencil, ekstrem, dan tak terjamah. Namun, rangkaian rekaman terbaru dari kedalaman hadal di Jepang mulai menyusun gambaran yang berbeda. Alih-alih gurun biologis yang gersang, wilayah ini ternyata merupakan ekosistem kaya yang dibentuk oleh tekanan ekstrem dan kondisi geologi yang dinamis.

Melalui pengamatan selama 460 jam di tiga palung berbeda, tim peneliti yang dipimpin Profesor Alan Jamieson dari University of Western Australia berhasil mendokumentasikan lebih dari 100 bentuk kehidupan. Temuan ini mencakup rekor ikan terdalam yang pernah terekam kamera hingga makhluk misterius yang hingga kini masih membingungkan para ahli.

Rekor Dunia di Kedalaman 8.336 Meter

Salah satu pencapaian terbesar dalam ekspedisi ini adalah terekamnya seekor snailfish yang sedang mencari makan di kedalaman 27.349 kaki atau sekitar 8.336 meter. Ini adalah titik terdalam di mana seekor ikan ditemukan hidup.

Keberhasilan snailfish bertahan di kedalaman tersebut diduga karena struktur tubuhnya yang lebih mengandalkan jaringan lunak daripada kerangka kaku, sehingga lebih toleran terhadap tekanan air yang menghancurkan. Fenomena ini menandai batas biologis yang tegas; menunjukkan di mana desain tubuh ikan tertentu gagal, sementara yang lain justru mampu berburu.

Sosok Misterius "Animalia incerta sedis"

Di samping rekor ikan tersebut, kamera peneliti dua kali menangkap penampakan hewan yang meluncur lambat di kedalaman 9,2 kilometer. Makhluk ini memiliki lobus mirip siput laut dengan proyeksi berpasangan, namun para ahli belum bisa memasukkannya ke dalam cabang klasifikasi hewan mana pun yang dikenal.

Untuk sementara, para peneliti melabelinya sebagai Animalia incerta sedis, sebuah istilah Latin untuk hewan yang hubungan kekerabatannya masih belum diketahui. "Sampai seseorang berhasil mengambil spesimennya tanpa merusaknya, keanehan terdalam ini akan tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan," ungkap tim peneliti dalam laporannya.

Dampak Manusia dan Masa Depan Riset

Meskipun berada di lokasi yang sangat terpencil, jejak manusia ternyata telah mencapai titik terdalam Bumi. Peneliti menemukan sampah berupa kaleng logam dan benda keras lainnya di dasar palung. Menariknya, beberapa organisme bersel tunggal berukuran besar justru terlihat berkerumun di sekitar sampah tersebut, menunjukkan bagaimana material asing mulai mengubah ekosistem lokal.

Studi yang dipublikasikan dalam Biodiversity Data Journal ini bukan sekadar upaya observasi. Peneliti menekankan bahwa temuan ini bertujuan untuk meletakkan fondasi bagi riset masa depan.

"Studi ini bukan sekadar tentang mengamati organisme laut dalam, tetapi juga bertujuan untuk membangun fondasi bagi penelitian masa depan di kedalaman tersebut," simpul para penulis.

Dengan adanya panduan visual dari ekspedisi ini, misi penyelaman berikutnya diharapkan dapat bergerak lebih cepat untuk mengambil spesimen yang selama ini hanya bisa dilihat melalui lensa kamera, sekaligus mengungkap kehidupan yang masih tersembunyi di balik sedimen laut dalam. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya