Jagatara Luncurkan Gerakan Nasional Antidisinformasi

Media Indonesia
12/4/2026 23:02
Jagatara Luncurkan Gerakan Nasional Antidisinformasi
(MI/HO)

ORGANISASI kemasyarakatan Jaga Nusantara Bersama (Jagatara) secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Edukasi Antidisinformasi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga persatuan bangsa di tengah masifnya arus informasi digital yang sering kali memicu polarisasi.

Ketua Jagatara DKI Jakarta, Deni Rafli, menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya terbatas pada sektor pembangunan ekonomi, tetapi juga ancaman disrupsi informasi. Menurutnya, hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman serius bagi keutuhan sosial.

"Disinformasi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap persatuan bangsa. Karena itu, Jagatara mengambil langkah konkret melalui edukasi publik yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan," tegas Deni Rafli dalam keterangannya, Minggu (12/4).

Guna mencapai target tersebut, Jagatara telah menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya:

  • Edukasi literasi digital berbasis komunitas.
  • Pembentukan relawan anti-hoaks di berbagai wilayah Indonesia.
  • Kolaborasi intensif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
  • Kampanye nasional untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap provokasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Deni juga menyampaikan pesan dari Ketua Dewan Pembina Jagatara, Agus Andrianto. Pesan tersebut menekankan bahwa stabilitas nasional adalah harga mati yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

"Kita tidak boleh memberi ruang bagi informasi yang memecah belah. Persatuan bangsa adalah fondasi utama pembangunan, dan seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif menjaganya," ujar Agus Andrianto.

Lebih lanjut, gerakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen Jagatara dalam mengawal implementasi program-program strategis pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Jagatara ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan dapat tersampaikan dengan benar dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa terhambat oleh narasi-narasi menyesatkan. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya