Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim dari Memandikan hingga Memakamkan

Media Indonesia
12/4/2026 16:29
Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim dari Memandikan hingga Memakamkan
Ilustrasi.(Antara)

KETIKA ada sesama muslim yang meninggal dunia, diwajibkan bagi umat Islam yang masih hidup untuk merawat jenazah orang tersebut. Untuk mengetahui tata caranya simak penjelasan di bawah ini.

Muhammad Bagir dalam buku Fiqih Praktis menyebut terdapat empat perkara wajib dalam İslam yang timbul dengan adanya kematian seorang muslim, yakni memandikannya, mengafaninya, menyalatkannya, dan menguburkannya. Keempat ini termasuk ketetapan fardhu kifayah yang merupakan keharusan atas masyarakat muslim. 

Fardhu kifayah berarti apabila ada orang atau sebagian yang melaksanakannya secara baik, kewajiban tersebut menjadi gugur bagi sebagian lainnya. Akan tetapi jika tidak terdapat cukup orang untuk menunaikan kepengurusan jenazah itu, semua masyarakat Islam pada wilayah yang meninggalnya jenazah turut berdosa.

Menukil Panduan Lengkap Perawatan Jenazah oleh KH Muhammad Sholikhin, perawatan jenazah muslim yang harus dipercepat terdiri dari; memandikan, mengafani, menyalati dan menguburkan, Sesuai sabda Rasul SAW, "Bahwa ada tiga hal yang harus disegerakan yaitu salat ketika luang, perawatan atas jenazah, dan perkawinan yang sekufu." (HR Bukhari).

Empat Hal Kepengurusan Jenazah

1. Memandikan Jenazah.

Setelah seseorang muslim dinyatakan dan diyakini wafat, dianjurkan untuk segera menyelenggarakan perawatan jenazan dimulai dengan memandikannya. Namun, ada pengecualian yakni orang yang meninggal dalam keadaan syahid di jalan Allah SWT seperti tewas di pertempuran atau peperangan melawan orang musyrik, bagi mereka hendaknya tidak dimandikan.

Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian memandikan mereka, sebab setiap luka atau darah mereka akan mengeluarkan aroma wewangian misk (yakni biang minyak wangi tertentu) pada hari Kiamat kelak." (HR Ahmad).

Tata cara memandikan jenazah:

  • Yang memandikan jenazah sebaiknya dari keluarga terdekat, orang dengan akhlak baik, serta mereka yang memang diamanatkan untuk memandikannya. 
  • Jika jenazahnya lelaki, yang memandikannya juga laki-laki. Begitu juga dengan perempuan, maka petugas
  • memandikannya perempuan.
  • Meletakkan mayat di atas pemandian dalam ruang tertutup. Kemudian lepas pakaiannya dan ganti dengan kain untuk menutup auratnya. 
  • Meletakkan wewangian di dalam ruang tersebut supaya mencegah bau tak sedap yang mungkin keluar dari tubuh jenazah.
  • Petugas yang memandikan alangkah baiknya mengenakan sarung tangan agar tak menyentuh kemaluan mayat.
  • Memandikan jenazah dimulai dengan menekan perlahan bagian perut untuk mengeluarkan semua yang masih tersisa dalam perut jenazah, juga membersihkan lubang-lubang kotoran sambil menyiramkan air untuk membersihkan najis dari tubuh.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

  • Setelah bersih, wudhukan jenazah seperti wudhunya orang yang hidup.
  • Kemudian siram air bersih ke seluruh tubuhnya diawali dari yang kanan, mulai kepala hingga kaki.
  • Balikkan tubuh jenazah untuk membersihkan bagian belakangnya. 
  • Siraman air dianjurkan dengan bilangan ganjil, seperti tiga kali, lima, atau tujuh, sesuai keperluan.
  • Siraman pertama memakai air yang dicampur pembersih seperti sabun atau daun bidara. Pada siraman akhir, campur air dengan kapur barus. 
  • Setelah selesai menyiram air, keringkan tubuh jenazah dengan handuk bersih.
  • Jika masih terdapat najis dari kemaluannya setelah dimandikan dan sebelum dikafani, wajib dibersihkan.

Baca juga: Bacaan Salat Jenazah Takbir Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat

2. Mengafani Jenazah.

Setelah itu, mengafani jenazah. Dengan memakaikan tiga lembar kain kafan untuk laki-laki dan lima lembar kain untuk jenazah perempuan sesuai yang Nabi SAW ajarkan agar menutup seluruh aurat dari mayat.

Adapun kain kafan dianjurkan untuk berwarna putih, bersih, dan telah diberi wewangian serta bukanlah kain yang mewah atau mahal.

Baca juga: Kumpulan Doa Ziarah Kubur untuk Keselamatan dan Ampunan

Berikut tata cara mengkafani jenazah laki-laki:

  • Letakkan 5 tali, yakni 3 panjang dan 2 pendek. Sebanyak 3 tali panjang digunakan untuk sikut, pinggang, dan lutut. Sedangkan 2 tali pendek untuk mengikat ujung kepala/pocong dan ujung kaki. Jumlah tali ini bukan wajib, artinya boleh disesuaikan.
  • Gelar kain ke-1 (kain pembungkus seluruh tubuh) di atas kelima utas tali tadi. Dengan demikian, setelah jenazah diletakkan di atasnya, kain tersebut terletak di bagian kanan jenazah.
  • Gelar kain ke-2 (pembungkus seluruh tubuh) di sebelah kain ke-1 selebar punggung jenazah dan ditumpangkan di atas tepi kain ke-1. Dengan demikian, ketika jenazah diletakkan di atasnya, kain tersebut terletak di bagian kiri badan jenazah.
  • Hamparkan kain ke-3 di atas kedua lembar kain yang sebelumnya dan letakkan pada bagian pinggang sampai kaki jenazah.
  • Taruhlah hamparan kapas, serbuk kayu cendana, dan wewangian lain di atas susunan kain tersebut.
  • Kemudian, angkat jenazah dan letakkan di atas kain kafan yang telah disiapkan tadi.
  • Tutuplah dahi, hidung, dua telapak tangan, lutut, jari-jari kaki jenazah dengan kapas, termasuk lubang dubur, lubang hidung, dan kedua telinga.
  • Mulailah membungkus jenazah dengan diawali dari kain yang ke-3 (yang paling atas atau sarungnya) lalu disusul kain ke-2 dan ke-1 secara berurutan.
  • Ikat bagian siku, pinggang, lutut, kaki, dan atas kepalanya dengan tali yang telah disiapkan tadi.
  • Sebaiknya tali pocong diikat ketika jenazah akan diberangkatkan ke pemakaman.

Baca juga: Doa Jenazah Perempuan Bacaan, Tata Cara, dan Dalil

3. Menyalatkan Jenazah.

Jenazah yang telah dikafani kemudian disalatkan dengan empat kali takbir tanpa rukuk dan sujud. Ada beberapa bacaan di beberapa takbirnya yang berbeda dari salat pada umumnya. 

Berikut tata caranya:

  • Membaca niat dalam hati.
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Takbiratul ihram dan tiga takbir lain dengan membaca Allahu Akbar.
  • Takbir pertama membaca Surat Al-Fatihah.
  • Lanjut takbir kedua dan membaca selawat kepada Nabi SAW. Dianjurkan melafalkan selawat Ibrahimiyah.
  • Pada takbir ketiga membaca doa khusus untuk jenazah.
  • Takbir keempat membaca doa untuk jenazah dan kaum muslim.
  • Ditutup dengan salam.

Baca juga: Efek Baca Alfatihah untuk Mayit saat Ziarah Kubur

4. Memakamkan Jenazah.

Setelah melaksanakan tahapan di atas, jenazah kemudian diantar ke tempat penguburannya. Saat pengantaran jenazah, dianjurkan untuk mempercepat langkah, dan boleh juga mengiringinya dengan berzikir.

Sebelumnya, hendaklah mempersiapkan pekuburan yang telah digali untuk jenazah. Tujuannya, setelah mayat sampai di pemakamannya, liang kubur telah siap.

Baca juga: Manfaat Ziarah Kubur, Mendoakan, Mengirim Al-Fatihah untuk Ahli Kubur 

Untuk menguburkan mayat dilakukan dengan memasukkannya ke dalam lubang lalu menutup kembali dengan tanah, sehingga tidak terlihat lagi jasadnya, tidak tercium baunya, juga terhindar dari binatang buas. Lebih lengkapnya, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menguburkan jenazah:

  • Memperdalam liang kubur sekitar dua meter dari permukaan tanah.
  • Kuburan berbentuk lahad, yakni bagian bawahnya dikeruk sebelah ke kiblat. 
  • Setelah mayat dibaringkan dalam lubang, liang tersebut ditutupi dengan bilah papan, kemudian ditimbun dengan tanah.
  • Ketika memasukkan jenazah ke dalam lubang, diiringi dengan bacaan, "Bismillah wa 'ala millati Rasulillah," atau "Bismillah wa 'ala sunnati Rasulillah."
  • Membaringkan mayat dengan tubuh dimiringkan ke kanan dan wajah mengarah ke kiblat.
  • Melepas ikatan kain kafan jenazah. Menurut para ulama, hukumnya sunah alias tidak wajib. Ketika jenazah sudah dimasukkan ke dalam kuburan dan hendak diratakan dengan tanah, semua ikatan kain kafan jenazah, mulai dari kepala hingga kaki, dianjurkan untuk dilepas.
  • Lubang lantas ditimbun kembali dengan tanah. 

Baca juga: Urutan Bacaan dan Doa saat Ziarah Kubur

Bagi mereka yang hadir saat pemakaman hendaknya berdoa kepada Allah SWT dengan memohonkan ampunan bagi si jenazah. Doanya yang biasa dilafalkan di atas kuburan supaya dapat menuntun roh mayat untuk menjawab pertanyaan malaikat penjaga kubur. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya