Ini Dampak Fogging bagi Kesehatan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Abi Rama
11/4/2026 22:50
Ini Dampak Fogging bagi Kesehatan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Fogging(freepik)

Fogging atau pengasapan kerap dilakukan sebagai langkah untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dan malaria. Metode ini bekerja dengan menyebarkan kabut insektisida ke udara guna membunuh nyamuk dewasa.

Kabut fogging dihasilkan dari campuran insektisida dan air yang diubah menjadi asap menggunakan mesin khusus. Meski kandungan insektisida dalam asap tersebut tergolong rendah, zat ini tetap cukup efektif untuk membasmi nyamuk.

Namun, mengutip dari laman Alodokter, di balik manfaatnya, fogging juga menyimpan potensi dampak negatif bagi kesehatan manusia, terutama jika paparan terjadi dalam jumlah besar.

Paparan Asap Fogging Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Dalam jumlah kecil, asap fogging umumnya tidak menimbulkan efek berarti bagi tubuh. Akan tetapi, jika terhirup dalam intensitas tinggi, paparan ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Beberapa gejala yang kerap muncul antara lain mata perih dan berair, batuk, sakit kepala, iritasi kulit, hingga tubuh terasa lemas. Pada kondisi tertentu, seseorang juga bisa mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas atau mengi. Tak hanya melalui pernapasan, risiko juga bisa muncul apabila cairan insektisida mengenai kulit secara langsung atau tidak sengaja tertelan.

Paparan insektisida dalam jumlah besar berpotensi menyebabkan keracunan. Kondisi ini ditandai dengan sejumlah gejala serius, seperti gangguan penglihatan, keringat berlebih, produksi air liur meningkat, muntah, sakit perut, serta penurunan detak jantung dan tekanan darah.

Dalam kasus yang lebih parah, keracunan insektisida bahkan dapat memicu kejang hingga hilangnya kesadaran. Kondisi ini tergolong darurat dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Langkah Pencegahan agar Tetap Aman saat Fogging

Untuk meminimalkan risiko dampak negatif fogging, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Hindari berada di area penyemprotan saat fogging berlangsung.
  • Jika terpapar, segera bersihkan bagian tubuh dengan air bersih dan ganti pakaian yang terkena asap.
  • Kosongkan tempat penampungan air sebelum fogging dilakukan.
  • Tutup perabot rumah tangga serta makanan agar tidak terpapar asap.
  • Gunakan masker selama proses fogging dan beberapa saat setelahnya.
  • Buka ventilasi atau jendela agar sirkulasi udara tetap lancar.
  • Setelah fogging selesai, bersihkan kembali permukaan perabot yang terkena asap.

Meski fogging mampu mengurangi populasi nyamuk secara cepat, metode ini bukan satu-satunya solusi. Upaya pencegahan yang lebih efektif adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus.

Langkah ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Jika setelah fogging Anda mengalami gejala yang mengarah pada keracunan insektisida, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Sumber: Alodokter



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya