Masak Sendiri Lebih Hemat Energi ketimbang Beli Makanan Luar

Media Indonesia
11/4/2026 16:49
Masak Sendiri Lebih Hemat Energi ketimbang Beli Makanan Luar
Ilustrasi.(Freepik)

Kampanye Bijak Menggunakan Energi kini mulai menyasar sektor rumah tangga, dengan fokus utama pada aktivitas di dapur. Praktisi kuliner sekaligus moderator Komunitas Jalansutra, Harry Hardianto Nazarudin, mengungkapkan bahwa kebiasaan memasak sehari-hari memegang peranan vital dalam menentukan tingkat konsumsi energi keluarga.

Menurut Harry, memasak sendiri di rumah merupakan pilihan yang jauh lebih efisien dibandingkan membeli makanan dari luar. Ia menjelaskan bahwa membeli makanan siap saji melibatkan rantai konsumsi energi yang panjang, mulai dari bahan bakar kendaraan, penggunaan aplikasi digital, hingga proses pengolahan di restoran.

"Memasak sendiri merupakan bentuk paling hemat energi. Jika membeli makanan, ada tambahan konsumsi energi dari kendaraan, aplikasi, hingga proses memasak di restoran," ujar Harry dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Strategi Efisiensi Gas dan Listrik di Dapur

Dapur diidentifikasi sebagai titik krusial dalam penghematan energi, terutama terkait penggunaan gas. Harry menyarankan beberapa strategi sederhana namun efektif untuk menekan konsumsi energi:

  • Teknik Memasak Cepat: Menggunakan api besar untuk durasi singkat guna mempercepat proses pematangan.
  • Hindari Pemanasan Berulang: Memasak dalam porsi yang tepat agar tidak perlu menghangatkan makanan berkali-kali.
  • Diversifikasi Alat: Menggunakan alat alternatif yang lebih spesifik fungsinya.

Harry menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih cenderung boros energi, seperti menggunakan kompor gas untuk segala kebutuhan, termasuk merebus air. "Untuk air, sebaiknya gunakan pemanas listrik. Makanan bisa dipanaskan dengan microwave agar lebih efisien," jelasnya.

Kuliner Lokal dan Bahan Fermentasi sebagai Solusi

Melalui Komunitas Jalansutra, Harry mendorong masyarakat untuk kembali melirik kuliner Indonesia yang dinilai lebih ramah energi. Penggunaan bahan pangan lokal dan produk fermentasi seperti tempe, tauco, serta terasi menjadi solusi cerdas karena bahan-bahan tersebut tidak memerlukan proses pemanasan yang lama untuk menghasilkan rasa yang kuat.

Beberapa menu sehat yang dapat disiapkan dalam waktu kurang dari 10 menit antara lain:

  • Tempe goreng kecap
  • Telur dadar
  • Orek tempe
  • Sayur bayam bening

Teknik memasak seperti menggoreng, menumis, dan mengukus dengan api kecil dinilai sebagai metode yang paling efisien dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan energi dan kualitas nutrisi.

Catatan Ahli: Harry menepis anggapan bahwa makanan cepat saji selalu tidak sehat. Menurutnya, makanan cepat yang dimasak sendiri tetap sehat karena penggunaan minyak dan suhu dapat dikontrol, berbeda dengan standar restoran cepat saji yang sering menggunakan suhu tinggi secara terus-menerus.

Peran Teknologi dan Perencanaan Menu

Pemanfaatan teknologi modern seperti rice cooker, microwave, air fryer, dan pemanas air listrik sangat membantu efisiensi energi secara keseluruhan. Namun, teknologi ini harus dibarengi dengan perencanaan menu harian yang matang agar proses memasak lebih terarah.

Sebagai penutup, Harry mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai membangun kebiasaan memasak sendiri demi ketahanan pangan dan penghematan energi nasional. "Kenali bahan lokal, gunakan proses yang efisien, dan jangan terjebak budaya serba online," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya