Baznas RI dan STACO Libia Jajaki Peluang Kolaborasi Program Kemanusiaan

Despian Nurhidayat
11/4/2026 12:01
Baznas RI dan STACO Libia Jajaki Peluang Kolaborasi Program Kemanusiaan
Baznas menerima kunjungan dari organisasi kemanusiaan asal Libya, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO).(Baznas)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menerima kunjungan dari organisasi kemanusiaan asal Libia, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), di Kantor Baznas RI, Jakarta. Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak saling berbagi inspirasi mengenai program pemberdayaan hingga rencana kolaborasi dalam program bantuan kemanusiaan. Pimpinan Baznas RI, Mokhamad Mahdum, mengaku senang dengan kunjungan STACO yang dinilai memiliki keselarasan visi dalam misi kemanusiaan global. Ia mengapresiasi rekam jejak lembaga tersebut yang telah mengimplementasikan berbagai program kemanusiaan lintas negara.

"Hari ini kita kedatangan delegasi dari STACO dari Libya. Kita sangat senang, kita sangat bahagia bisa mendengarkan bagaimana teman-teman Libya punya program yang sangat bagus untuk membantu masyarakat Libia dan juga masyarakat Islam di negara lain," jelas Mahdum.

Menurutnya, dalam pertemuan ini, STACO mengajak Baznas RI untuk bersinergi tidak hanya terbatas pada bantuan domestik, tetapi juga menyasar visi kemanusiaan yang lebih luas. STACO secara khusus mengajak Baznas untuk berkolaborasi dalam menangani isu-isu umat Islam di berbagai belahan dunia, seperti pembangunan masjid di Brasil, bantuan untuk penyintas bencana banjir Libia, hingga bantuan bagi pengungsi di Sudan.

Sebagai langkah konkret awal, ia menyebut akan segera menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana banjir di Libya melalui koordinasi bersama pihak STACO. Baznas juga membuka ruang diskusi yang lebih luas di tingkat dewan pimpinan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur religi seperti yang telah dilakukan STACO di berbagai negara.

“Kami memiliki prinsip bahwa burung yang sama akan hinggap di pohon yang sama. Jadi jika kita memiliki niat baik, niat yang sama, insyaallah akan sangat mudah bagi kita untuk bekerja sama," ujar Mahdum.

Mahdum berharap sinergi yang akan terjalin ini dapat menjadi contoh bagi institusi zakat dan kemanusiaan lainnya bahwa problematika umat tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menegaskan, setiap tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh umat Islam di tingkat global merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kolaborasi tanpa batas negara.

"Masalah kemanusiaan, masalah umat Islam adalah masalah bersama, seharusnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya bukan sendiri-sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan, mengatakan pihaknya mengajak Baznas RI untuk bersinergi dalam gerakan kemanusiaan khususnya penanganan pascabencana bagi pengungsi banjir Kota Derna di Libya. Ia juga menawarkan kolaborasi untuk pengembangan infrastruktur pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di Libya.

Dalam rencananya, STACO akan mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan, lengkap dengan fasilitas asrama mahasiswa yang terintegrasi untuk menyatukan komunitas pelajar Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai wilayah seperti Tripoli dan Zliten.

“Mengingat lembaga kalian sekarang memberikan beasiswa kira-kira tahun ini 50 mahasiswa, saya mengusulkan, mengingat kita insyaallah akan bekerja untuk mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi, insyaallah, dengan izin Allah jika tidak ada hambatan, akan dimulai tahun depan,” ujarnya.

Selain di Libya, kolaborasi ini juga diproyeksikan merambah ke ranah internasional dengan rencana pembangunan pusat Islam dan masjid di Brasil. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab serta memperluas syiar Islam di Amerika Latin.

“Program-program adalah ide-ide yang mungkin dengan diskusi detail berubah menjadi proyek-proyek nyata dan konkret. Kami mengusulkan penandatanganan kemitraan strategis untuk menerima mahasiswa Indonesia di Libia setiap tahunnya agar ada keberlanjutan selamanya,” tuturnya. (Des)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya