Waspadai Gejala Aritmia, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini

Abi Rama
10/4/2026 19:58
Waspadai Gejala Aritmia, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini
ilustrasi.(Freepik.)

GEJALA Aritmia merupakan kondisi ketika irama jantung berdetak tidak normal, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mereka yang memiliki kelainan bawaan sejak lahir.

Dalam banyak kasus, aritmia tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Namun, pada kondisi tertentu, gangguan ini bisa berkembang menjadi serius jika tidak dikenali dan ditangani dengan baik.

Gejala Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Gejala aritmia dapat bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain:

- Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur (palpitasi)

- Detak jantung terasa terlalu cepat atau justru lambat

- Pusing atau sensasi melayang

- Mudah lelah tanpa sebab yang jelas

- Sesak napas

- Nyeri dada

- Pingsan atau hampir pingsan

Pada sebagian orang, terutama dengan aritmia bawaan, gejala bisa muncul tiba-tiba dan dipicu oleh faktor tertentu seperti stres, kelelahan, atau konsumsi zat stimulan.

Faktor Pemicu yang Perlu Dihindari

Meski risiko aritmia bisa berasal dari faktor bawaan, gaya hidup memiliki peran besar dalam memicu atau memperparah kondisi ini. Beberapa faktor yang perlu diwaspadai antara lain:

- Konsumsi zat stimulan seperti rokok, kafein, dan alkohol berlebihan yang dapat meningkatkan detak jantung.

- Penggunaan obat tertentu, terutama obat flu dengan kandungan dekongestan.

- Stres dan kurang tidur yang dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung.

- Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung koroner yang tidak terkontrol.

Faktor-faktor tersebut tidak hanya memicu aritmia, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan struktur jantung.

Cara Mencegah

Pencegahan aritmia, terutama pada individu dengan risiko bawaan, berfokus pada pengendalian faktor pemicu dan menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

- Menghindari rokok, alkohol, dan konsumsi kafein berlebihan

- Mengelola stres dengan baik melalui relaksasi atau aktivitas fisik

- Memastikan waktu istirahat yang cukup

- Mengontrol penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi dan diabetes

- Rutin memeriksakan kesehatan jantung, terutama bagi yang memiliki riwayat aritmia

Selain perubahan gaya hidup, penanganan medis juga dapat dilakukan sesuai kondisi pasien. Penggunaan obat-obatan hingga tindakan seperti ablasi kateter atau pemasangan alat pacu jantung bisa menjadi pilihan untuk menjaga irama jantung tetap stabil. (Eka Hospital/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya