Kolaborasi dan Jejaring Internasional jadi Wujud Pendidikan Berdaya Saing Global

Putri Rosmalia Octaviyani
10/4/2026 18:52
Kolaborasi dan Jejaring Internasional jadi Wujud Pendidikan Berdaya Saing Global
Kunjungan Paul Marchand, Head of Curriculum Coordination for Fashion Design and Fashion Business di Esmod International Network.(Dok. Esmod)

KOMITMEN menjaga kualitas pendidikan berstandar internasional dan berdaya saing global salah satunya dapat dilakukan melalui kolaborasi internasional. Hal itu menjadi hal yang dilakukan oleh Esmod Jakarta melalui kunjungan akademik dari Esmod Paris yang berlangsung pada 9–13 Februari 2026.

Kunjungan tersebut  merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan keselarasan kurikulum, metode pengajaran, dan hasil pembelajaran dengan standar global Esmod International Network. Dalam kegiatan tersebut dihadirkan Paul Marchand, Head of Curriculum Coordination for Fashion Design and Fashion Business di Esmod International Network. Kunjungan ini memainkan peran strategis dalam menjaga konsistensi kualitas akademik serta memperkuat integrasi dengan pusat akademik global di Paris.

Selama kunjungan, dilakukan peninjauan komprehensif terhadap karya dan proyek mahasiswa dari berbagai tingkat, mulai dari tahap awal hingga koleksi akhir. Evaluasi mencakup program Fashion Design, Creative Business, serta Fashion Design & Pattern Making, dengan fokus pada pengembangan konsep kreatif, ketepatan teknik, serta kedalaman proses desain dan elemen kunci dalam standar pendidikan yang diterapkan.

Lebih dari sekadar evaluasi akademik, Esmod Jakarta juga menampilkan kolaborasi industri yang telah dijalankan bersama mitra seperti Levi’s Indonesia dan Goodrich Indonesia. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas dengan kebutuhan industri, memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan karya dalam konteks profesional yang relevan.

Sebagai bagian dari program kunjungan, juga diselenggarakan sesi masterclass bagi para pengajar. Workshop ini menghadirkan pendekatan terkini dalam pengembangan teknik pattern making, dengan fokus pada eksplorasi struktur desain dan penyempurnaan teknik finishing. Inisiatif ini mendukung pengembangan metode pengajaran yang adaptif, serta memastikan bahwa proses pembelajaran terus berkembang seiring dinamika industri fashion global.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi pemotretan yang menampilkan hasil karya dari workshop, sebagai representasi nyata dari proses kreatif yang kolaboratif dan berbasis praktik, sebuah pendekatan yang menjadi ciri khas pendidikan mereka.

Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk meninjau program pertukaran pelajar serta mengeksplorasi penguatan mobilitas internasional di dalam jaringan Esmod. Diskusi yang berlangsung membuka peluang baru dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya yang semakin relevan bagi generasi kreatif masa depan.

"Dapat kita lihat bahwa para mahasiswa di sini sangat mampu bekerja dalam konteks yang nyata, didukung oleh kemampuan teknis yang mumpuni dan pemahaman mendalam tentang pasar lokal dan internasional," kata Paul Marchand, dalam keterangannya, Jumat, (10/4).

Kunjungan tersebut bukan hanya bentuk quality assurance, tetapi juga ruang untuk refleksi, pengembangan, dan pertukaran perspektif global. Menjaga integritas dan relevansi pendidikan tetap menjadi prioritas utama, seiring dengan visi untuk membentuk talenta kreatif yang siap menghadapi masa depan industri fashion yang terus berkembang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya