Kemenkes Pastikan tidak Ada Varian Baru pada Virus Campak

Atalya Puspa    
10/4/2026 17:58
Kemenkes Pastikan tidak Ada Varian Baru pada Virus Campak
Seorang petugas kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin measles rubella kepada anak balita dalam kegiatan posyandu di salah satu puskesmas di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/4/2026).(Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan virus campak yang beredar saat ini tidak mengalami perubahan atau muncul varian baru. Hasil surveilans virologi menunjukkan, strain campak yang ada sekarang sama dengan yang beredar sejak lama.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes menyebut pemantauan terhadap virus campak terus dilakukan secara berkala, baik di tingkat nasional maupun global.

“Surveilans untuk virologi ini terus dilakukan, bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia,” ujar Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers, Jumat (10/4).

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan perubahan signifikan pada virus campak. “Sampai saat ini cuma ada dua strain campak dan sama saja dengan sekarang,” katanya.

Menurut Andi, kondisi tersebut menegaskan bahwa karakteristik penyakit campak tidak berubah dibandingkan sebelumnya.

Meski tidak ada varian baru, Kemenkes mengingatkan bahwa campak tetap menjadi penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. “Kemampuan penularan virus campak ini sekitar 12 sampai 18. Artinya satu penderita bisa menularkan ke 12-18 orang,” kata Andi.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak lengah dan tetap menjalankan langkah pencegahan, terutama melalui imunisasi dan deteksi dini.

“Jika ada gejala demam kemudian batuk, sebaiknya tidak perlu masuk ke sekolah, pastikan dibawa ke fasilitas kesehatan dan setelah sembuh baru kembali belajar,” ujarnya.

Kemenkes menegaskan, pengendalian campak saat ini difokuskan pada peningkatan cakupan imunisasi serta pengawasan kasus, khususnya di lingkungan sekolah yang rentan terjadi penularan cepat. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya