5 Latihan Fisik Wajib untuk Calon Jamaah Haji Agar Siap Hadapi Tantangan di Tanah Suci

 Gana Buana
09/4/2026 21:03
5 Latihan Fisik Wajib untuk Calon Jamaah Haji Agar Siap Hadapi Tantangan di Tanah Suci
Latihan Fisik Wajib untuk Calon Jamaah Haji.(Antara)

MENYAMBUT haji, ketahanan fisik menjadi kunci utama agar rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal. Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andi Kurniawan (Sp.KO), menekankan pentingnya latihan fisik yang matang agar calon jemaah haji mampu bertahan dalam kondisi ekstrem di Tanah Suci.

"Ibadah haji menuntut stamina luar biasa, dengan jamaah diperkirakan berjalan antara 5 hingga 15 kilometer per hari di suhu yang sangat panas. Persiapan fisik pun tak boleh dianggap sepele," ujar Andi, yang merupakan lulusan Universitas Indonesia, dilansir dari Antara, Kamis (9/4).

1. Latihan Aerobik untuk Meningkatkan Ketahanan Jantung

Sebelum berangkat, Andi menganjurkan calon jemaah haji melakukan latihan aerobik intensitas sedang, seperti jalan cepat, selama 30 hingga 60 menit, 3 hingga 5 kali dalam seminggu. Latihan ini membantu meningkatkan kapasitas tubuh dalam menyerap oksigen dan memperkuat sistem kardiovaskular, yang penting untuk kelancaran ibadah haji.

2. Penguatan Otot Kaki untuk Tahan Lama Saat Berjalan

Ibadah haji melibatkan banyak berjalan, terutama saat sa'i antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah serta tawaf keliling Ka'bah. Oleh karena itu, Andi menekankan pentingnya latihan kekuatan yang difokuskan pada otot kaki, terutama otot paha depan, paha belakang, dan betis. Latihan seperti squat dan lunges adalah pilihan tepat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi tekanan fisik selama ibadah.

3. Simulasi Ibadah untuk Mencegah Cedera

Andi menyarankan untuk melakukan simulasi ibadah dengan berjalan menggunakan alas kaki yang akan dipakai selama haji. Latihan ini tidak hanya membantu tubuh beradaptasi dengan sepatu atau sandal, tetapi juga mencegah cedera, seperti lecet, yang sering dialami jamaah haji saat beribadah.

4. Jaga Asupan Cairan dan Energi

Kondisi cuaca panas yang ekstrem di Tanah Suci memperbesar risiko dehidrasi. Andi mengingatkan untuk tidak menunggu rasa haus, melainkan minum sekitar 200 hingga 300 ml air setiap jam saat beraktivitas.

Selain itu, asupan makanan yang kaya karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan gandum, serta sumber protein yang baik untuk pemulihan otot, sangat disarankan.

5. Istirahat Cukup di Antara Aktivitas Ibadah

Selain berfokus pada latihan fisik, Andi juga mengingatkan jamaah haji untuk mengatur ritme aktivitas mereka di Tanah Suci. Setelah kegiatan ibadah inti, sangat penting untuk menghemat energi dan beristirahat di tempat yang sejuk agar tidak kelelahan akibat suhu yang terik.

Persiapkan tubuh dengan matang agar ibadah haji bisa dijalani dengan lancar, penuh khusyuk, dan tanpa gangguan fisik yang berarti. Latihan fisik yang tepat akan memastikan perjalanan spiritual ini dapat dilalui dengan kekuatan dan ketahanan tubuh yang optimal. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya