Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sepakat memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan melalui integrasi program pengelolaan zakat yang menyasar ribuan desa di seluruh Indonesia.
Berbagai program kolaborasi akan dilaksanakan, seperti pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa. Langkah ini dinilai sebagai strategi paling krusial untuk mengoptimalkan potensi zakat langsung dari lingkungan terkecil.
Selain itu, terdapat kolaborasi yang menyentuh sektor produktif, seperti pengembangan peternakan desa melalui Program Balai Ternak Baznas hingga penguatan ekonomi warga melalui sinergi bersama koperasi-koperasi di tingkat desa.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyebut "Desa Zakat" di Kabupaten Ciamis akan menjadi percontohan pertama untuk kolaborasi ini dan akan segera diadaptasi di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang dalam waktu dekat.
“Untuk percontohan, kita sudah memiliki role model desa zakat di Ciamis yang masyarakatnya memiliki kesadaran zakat tinggi, dan wilayah itu akan menjadi salah satu referensi utama kita. Selain Ciamis, dalam waktu dekat kami memproyeksikan Kabupaten Serang sebagai area pengembangan berikutnya untuk memperkuat kolaborasi strategis antara Baznas dan Kemendes,” jelas Sodik dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4).
Lebih lanjut, Baznas akan menyinergikan program-program pemberdayaan tersebut dengan basis data dan jaringan luas yang dimiliki kementerian hingga ke tingkat terkecil. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemandirian ekonomi desa yang kuat melalui pembentukan UPZ Desa sebagai motor penggeraknya.
"Salah satu yang paling strategis dari Baznas adalah pembentukan UPZ Desa. Nah, itu yang jadi concern atau strateginya Baznas bersama Menteri Desa hari ini untuk mengolaborasikan program-program seperti balai ternak dan koperasi desa agar bisa diberdayakan di desa-desa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaborasi bersama Baznas RI yang dinilai sangat sejalan dengan visi kementerian dalam membangun desa. Ia memandang integrasi program pemberdayaan seperti UPZ Desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan dana filantropi yang tepat sasaran.
“Kementerian Desa memang ingin sekali mengintegrasikan dan berkolaborasi melalui program-program yang ada bersama Baznas. Ternyata saat dibahas, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa kita lakukan, dan salah satu yang paling strategis adalah pembentukan UPZ Desa yang menjadi fokus utama kami bersama Ketua Baznas hari ini,” tuturnya.
Yandri menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk program kolaborasi bersama Baznas RI, termasuk terkait sosialisasi program agar informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Nantinya, kolaborasi Baznas dan Kemendes juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer-influencer agar dampaknya terasa nyata bagi masyarakat luas,” tandasnya.(H-2)
Dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional serta diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi mustahik.
Proyek ini terlaksana atas kerja sama antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Cirebon, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, dan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.
Baznas RI bersama jaringan ritel nasional Alfamart kembali bersinergi dalam program Kurban Berkah. Kali ini, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di sejumlah wilayah,
BAZNAS bersama BAZNAS Kabupaten Jember dan PT Ansaf Inti Resources meluncurkan program Balai Ternak dan Rumah Kompos di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Jember.
Balai Ternak Baznas diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak melalui peningkatan penghasilan yang lebih baik dan stabil.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki 88 Desa Mandiri Sampah. Puluhan desa tersebut dijadikan sebagai prototipe untuk dikembangkan di desa-desa lain.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menargetkan pembentukan 5.000 desa ekspor, dalam upaya membangkitkan ekonomi desa.
Kerja sama ini merupakan wujud kontribusi nyata Peruri dalam memperkuat infrastruktur digital dan mendukung tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan transparan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved