Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK keenam kalinya, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH). Sido Muncul sebelumnya berhasil meraih Proper Emas ini pada 2020 hingga 2024.
Lebih membanggakan lagi karena di tahun yang sama, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, kembali meraih penghargaan Green Leadership Proper 2025. Ini merupakan yang keempat kalinya beruntun.
Dua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq didampingi Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, Ketua Dewan Pertimbangan Proper Prof Sudharto P. Hadi, dan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LH Rasio Ridho Sani pada Anugerah Lingkungan Proper yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Selasa (7/4).
Setelah menerima penghargaan, Irwan mengungkapkan bahwa tujuan utama dari semua pencapaian ini adalah untuk membangun kepercayaan. "Sebagai perusahaan, yang paling kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Dan menjaga lingkungan adalah salah satu cara kami membangun kepercayaan itu," ujar Irwan kepada wartawan.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan langkah nyata untuk memastikan kualitas produk kepada konsumen. "Kalau kami bisa berbuat baik terhadap lingkungan, maka kepada konsumen seharusnya kami bisa jauh lebih baik," tegasnya.
"Ini sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Kami harus terus menjaga lingkungan dan memastikan bahwa apa yang kami lakukan hari ini tidak merusak masa depan lingkungan," tambahnya.
BUKAN INSTAN
Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono menambahkan bahwa capaian Proper Emas bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Proper Emas, tambahnya, menuntut perusahaan melakukan berbagai langkah inovatif yang berdampak nyata terhadap lingkungan dan masyarakat. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah menghadirkan eco-inovasi di berbagai lini operasional.
“Yang kita lakukan adalah eco-inovasi dalam berbagai hal. Salah satunya penggunaan energi baru terbarukan. Saat ini sudah lebih dari 90% kita menggunakan energi terbarukan, sehingga bisa menekan emisi karbon,” jelasnya.
Perusahaan, tambahnya, juga fokus pada efisiensi penggunaan sumber daya lain. “Kita juga melakukan efisiensi penggunaan air, pengolahan limbah B3, serta pengurangan limbah B3 itu sendiri.”
Komitmen Sido Muncul juga diperluas melalui program pemberdayaan masyarakat Smartani (Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi) yang dijalankan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, wilayah yang menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan menurunnya minat generasi muda di sektor pangan.
Program Smartani adalah inisiatif pemberdayaan hulu-hilir (sejak 2021) yang berfokus pada pendampingan petani/peternak di Semarang untuk meningkatkan kualitas bahan baku obat.
PROPER EMAS
Tahun ini, Kementerian LH menganugerahkan penghargaan Green Leadership Proper kepada sembilan pimpinan perusahaan dan penghargaan Proper Emas kepada 39 perusahaan, selain itu ada 243 perusahaan yang menerima penghargaan Proper Hijau.
"Tahun ini pelaksanaan Proper agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan Proper benar-benar dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup waktu itu. Maka di tahun ini dan tahun-tahun ke depan pelaksanaan Proper akan kita lakukan sebagai mandat atau asas dari Pasal 70 terkait dengan kewajiban kita untuk melakukan pengawasan penataan tata lingkungan hidup pada seluruh unit penyelenggara unit usaha di Tanah Air," kata Menteri Hanif.
Hanif menegaskan bahwa ajang Proper momentum penting dalam mengukur kontribusi dunia usaha terhadap lingkungan hidup. Setiap perusahaan, kata Hanif, wajib memiliki dokumen lingkungan yang ketat dan melaporkannya secara berkala setiap enam bulan. Dari laporan tersebut, dilakukan evaluasi tingkat ketaatan. “Peringkat biru bukan hal yang mudah. Ini menunjukkan kepatuhan serius terhadap dokumen lingkungan. Sementara yang meraih emas, ini adalah kebanggaan luar biasa," ujarnya.
Dalam kegiatan penganugerahan ini, ada sebanyak 243 perusahaan yang menerima penghargaan Proper Hijau, sembilan pimpinan perusahaan menerima Green Leadership Proper, dan 39 perusahaan menerima penghargaan Proper Emas.
Proper merupakan program kinerja Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menginjak tiga dekade, yang dimulai sejak 1995. (H-1)
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong saintifikasi jamu dan pemanfaatan obat herbal di dunia kesehatan modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved