96 Persen Masyarakat tidak ke Dokter Gigi, Inovasi Diperlukan untuk Edukasi

Despian Nurhidayat
08/4/2026 15:19
96 Persen Masyarakat tidak ke Dokter Gigi, Inovasi Diperlukan untuk Edukasi
Unilever Indonesia menggelar TeethTalk Academy for Dentfluencers.(Unilever Indonesia)

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 96% masyarakat tidak mengunjungi dokter gigi dalam satu tahun terakhir, sementara hanya 2,8% yang menyikat gigi dengan cara yang benar. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rasa takut hingga minimnya akses terhadap informasi kesehatan yang mudah dipahami.

Menjawab tantangan tersebut, Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent meluncurkan TeethTalk Academy for Dentfluencers, program pelatihan yang mendorong dokter gigi dan pegiat kesehatan untuk lebih aktif menyampaikan edukasi melalui media sosial. Program ini bertujuan membentuk generasi dentfluencer yang tidak hanya kredibel secara ilmiah, tetapi juga mampu berkomunikasi secara menarik dan relevan dengan audiens digital.

Dikembangkan bersama Omnicom Advertising, program ini menyasar dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi, serta pegiat kesehatan untuk menggabungkan keahlian klinis dengan kemampuan produksi konten digital.

Workshop perdana digelar pada Maret 2026, mencakup materi mulai dari ide konten, teknik produksi seperti pencahayaan dan editing, hingga personal branding dan strategi interaksi di media sosial. Program ini juga menghadirkan Milad Shadrooh, dental influencer asal Inggris, bersama kreator lokal seperti Zaki Alfadilah, Twomann, dan Vinco.

Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, menilai pendekatan komunikasi yang menarik menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kesehatan gigi.

“Di era digital, penyampaian yang engaging membuat pesan berbasis ilmiah lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak orang,” ujar Madhurjya.

Milad Shadrooh menambahkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap kunjungan ke dokter gigi yang selama ini kerap dianggap menakutkan.

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif, edukasi kesehatan gigi diharapkan dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari transformasi Pepsodent, dari sekadar brand kebersihan menjadi penggerak percakapan kesehatan gigi yang lebih relevan secara budaya.

Ke depan, TeethTalk Academy akan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia dan pasar regional, sekaligus membangun komunitas dentfluencer yang berkelanjutan. Langkah ini mencerminkan perubahan penting dalam pendekatan edukasi kesehatan—dari model konvensional menuju komunikasi berbasis digital yang lebih adaptif, inklusif, dan mudah diakses masyarakat. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya