Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi masyarakat, Tan Shot Yen berharap jika penerapan pelabelan Nutri-Level sudah diterapkan maka tidak hanya menjadi kompetisi bisnis semata, melainkan menyajikan produk yang baik dan sehat kepada masyarakat.
"Jangan sampai di Indonesia masalah pelabelan ini akhirnya cuma urusan kompetisi bisnis. Selain itu ini juga harus dimonitoring, jika tidak ada monitoring dan supervisi pun aturan ini cuma jadi lucu-lucuan," kata Tan Shot Yen saat dihubungi, Selasa (7/4).
Tan Shot Yen menilai penerapan Nutri-Level pada makanan dan minuman kemasan bisa saja mengurangi konsumsi Gula Gram Lemak (GGL) di masyarakat. Namun yang perlu diperhatikan juga ialah akses pembelian produk GGL yang sangat mudah didapatkan masyarakat.
"Mungkin (kurangi konsumsi GGL), tapi yang jadi masalah masyarakat kita beli teh manis di pinggir jalan yang nggak terkontrol itu,
gerai-gerai teh dan kopi yang menjamur, hingga bagaimana mengatur makanan jadi di kantin dan resto diberi gula, kecap, dan sebagainya," ujar dia.
Sebelumnya, Badan POM menandatangani Rancangan Revisi Peraturan Badan POM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.
Rancangan revisi peraturan yang ditandatangani menambahkan ketentuan mengenai pencantuman Nutri-Level pada pelabelan gizi bagian depan kemasan (front of pack nutrition labelling/FOPNL).
Nutri-Level adalah sistem pelabelan gizi yang akan diterapkan di Indonesia untuk membantu masyarakat memilih produk pangan yang lebih sehat.
Nutri-Level menunjukkan level pangan olahan berdasarkan kandungan GGL. Pencantuman Nutri-Level ditandai dengan huruf A sampai D, diikuti indikator warna yang menunjukkan tingkatan kandungan GGL.
Huruf A (warna hijau tua: kandungan GGL lebih rendah).
Huruf B (warna hijau muda: kandungan GGL rendah).
Huruf C (warna kuning: perlu dikonsumsi dengan bijak).
Huruf D (warna merah: perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan). (H-2)
PERKEMBANGAN industri skincare atau produk perawatan kulit lokal terus menunjukkan dinamika yang menarik.
Makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak konsumsi karena membawa risiko kesehatan yang serius.
Aturan ini berpotensi memicu pertumbuhan rokok ilegal yang tidak mematuhi standar kemasan dan cukai.
Susu merupakan komoditas pangan yang sangat rentan rusak, terutama di tengah iklim tropis dan kondisi geografis Indonesia yang luas.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved