Pelabelan Nutri-Level Jangan hanya Jadi Kompetisi Bisnis Semata

M Iqbal Al Machmudi
07/4/2026 14:36
Pelabelan Nutri-Level Jangan hanya Jadi Kompetisi Bisnis Semata
Ilustrasi(Dok RS Sardjito)

AHLI gizi masyarakat, Tan Shot Yen berharap jika penerapan pelabelan Nutri-Level sudah diterapkan maka tidak hanya menjadi kompetisi bisnis semata, melainkan menyajikan produk yang baik dan sehat kepada masyarakat.

"Jangan sampai di Indonesia masalah pelabelan ini akhirnya cuma urusan kompetisi bisnis. Selain itu ini juga harus dimonitoring, jika tidak ada monitoring dan supervisi pun aturan ini cuma jadi lucu-lucuan," kata Tan Shot Yen saat dihubungi, Selasa (7/4).

Tan Shot Yen menilai penerapan Nutri-Level pada makanan dan minuman kemasan bisa saja mengurangi konsumsi Gula Gram Lemak (GGL) di masyarakat. Namun yang perlu diperhatikan juga ialah akses pembelian produk GGL yang sangat mudah didapatkan masyarakat.

"Mungkin (kurangi konsumsi GGL), tapi yang jadi masalah masyarakat kita beli teh manis di pinggir jalan yang nggak terkontrol itu,
gerai-gerai teh dan kopi yang menjamur, hingga bagaimana mengatur makanan jadi di kantin dan resto diberi gula, kecap, dan sebagainya," ujar dia.

Sebelumnya, Badan POM menandatangani Rancangan Revisi Peraturan Badan POM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. 

Rancangan revisi peraturan yang ditandatangani menambahkan ketentuan mengenai pencantuman Nutri-Level pada pelabelan gizi bagian depan kemasan (front of pack nutrition labelling/FOPNL). 

Nutri-Level adalah sistem pelabelan gizi yang akan diterapkan di Indonesia untuk membantu masyarakat memilih produk pangan  yang lebih sehat.

Nutri-Level menunjukkan level pangan olahan berdasarkan kandungan GGL. Pencantuman Nutri-Level ditandai dengan huruf A sampai D, diikuti indikator warna yang menunjukkan tingkatan kandungan GGL.

Huruf A (warna hijau tua: kandungan GGL lebih rendah). 
Huruf B (warna hijau muda: kandungan GGL rendah).
Huruf C (warna kuning: perlu dikonsumsi dengan bijak).
Huruf D (warna merah: perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan). (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya