Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Indonesia untuk pekan ini, 7-13 April 2026. Pada periode tersebut, cuaca masih didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, dari ringan hingga lebat, seiring dinamika atmosfer pada masa peralihan musim.
BMKG menyebutkan bahwa aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), masih berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
“Selain itu, masa peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi yang memicu hujan,” tulis BMKG.
BMKG juga mencatat hujan sangat lebat telah terjadi pada awal April, antara lain di Bengkulu (199,7 mm/hari), Jawa Barat (122,4 mm/hari), dan Aceh (112,5 mm/hari).
Untuk sepekan ke depan, kondisi atmosfer global seperti ENSO dan Dipole Mode berada dalam fase netral, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan. Namun, faktor regional dan lokal tetap dominan.
Monsun Australia yang mulai menguat diperkirakan membawa massa udara lebih kering, menandai awal peralihan menuju musim kemarau di sejumlah wilayah. Meski demikian, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa perairan Indonesia masih berpotensi memicu hujan.
Pada periode 7-9 April 2026, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat–sangat lebat di sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, serta Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Bengkulu serta wilayah Papua dan Papua Barat.
Memasuki periode 10–13 April 2026, hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, namun peningkatan hujan lebat tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah seperti Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Pengendara diimbau berhati-hati terhadap hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang yang berpotensi mengganggu perjalanan,” tulis BMKG.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras serta membatasi aktivitas luar ruang saat cuaca ekstrem. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (E-3)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk Minggu, 4 Januari 2026.
Cuaca di Indonesia pada sepekan ke depan diperkirakan bervariasi dengan potensi hujan lebat dan angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk periode Minggu, 25 Mei 2025. Cuaca di berbagai wilayah Indonesia dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik.
Untuk suhu udara berkisar 16 - 33°C dengan kelembaban relatif 59 - 100%. Angin dominan bertiup dari barat dengan kecepatan 10 - 50 km/jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved