Profil Suami Inayah Wahid, KH Shalahuddin Warits: Ulama Muda Progresif dari Jantung Madura

Media Indonesia
06/4/2026 23:56
Profil Suami Inayah Wahid, KH Shalahuddin Warits: Ulama Muda Progresif dari Jantung Madura
KH Shalahuddin Warits(Dok Instagram Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa)

KABAR pernikahan putri ke-4 Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid, beredar di media sosial. Inayah menikah dengan KH Shalahuddin Warits, atau yang lebih akrab disapa Ra Mamak. Ia merupakan salah satu tokoh ulama muda yang memiliki pengaruh signifikan di Pulau Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Sebagai bagian dari keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, sosoknya dikenal tidak hanya karena kedalaman ilmu agamanya, tetapi juga karena keterlibatannya yang aktif dalam isu-isu sosial, lingkungan, dan politik praktis.

Latar Belakang dan Silsilah Keluarga

Ra Mamak lahir dan tumbuh dalam lingkungan pesantren yang sangat kental dengan tradisi intelektual. Beliau adalah putra dari almarhum KH Warits Ilyas, seorang ulama kharismatik yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep dan menjadi tokoh kunci di Annuqayah. Garis keturunan ini menempatkan Ra Mamak dalam posisi strategis sebagai penerus estafet kepemimpinan di salah satu pesantren tertua dan terbesar di Madura.

Pendidikan dasarnya ditempuh di lingkungan pesantren sendiri, sebelum akhirnya melanglang buana ke berbagai lembaga pendidikan untuk memperdalam ilmu alat (nahwu-sharaf), fiqh, hingga filsafat. Kombinasi pendidikan tradisional pesantren dan wawasan modern menjadikannya sosok ulama yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Peran di Pondok Pesantren Annuqayah

Di Pondok Pesantren Annuqayah, KH Shalahuddin Warits berperan sebagai salah satu dewan pengasuh. Annuqayah sendiri dikenal sebagai "pesantren peradaban" yang sangat menekankan pada kemandirian santri dan kepedulian terhadap ekologi. Ra Mamak melanjutkan tradisi ini dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan aksi nyata di lapangan.

Beliau sering menekankan bahwa santri tidak boleh hanya pandai membaca kitab kuning, tetapi juga harus peka terhadap penderitaan rakyat dan kerusakan lingkungan di sekitarnya. Hal ini membuat gaya kepemimpinannya di pesantren terasa lebih dinamis dan relevan bagi generasi muda (santri milenial).

Kiprah Politik dan Pengabdian Masyarakat

Nama KH Shalahuddin Warits sempat menjadi perbincangan hangat dalam kancah politik lokal saat beliau maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep. Langkah politik ini diambil bukan semata-mata untuk mengejar kekuasaan, melainkan sebagai ijtihad politik untuk membawa perubahan sistemik bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep.

Meskipun dunia politik penuh dengan dinamika, Ra Mamak tetap menjaga integritasnya sebagai seorang kiai. Beliau membawa narasi politik yang santun dan berbasis pada nilai-nilai moralitas agama. Baginya, politik adalah sarana pengabdian (khidmah) kepada umat dalam skala yang lebih luas.

Pemikiran: Agama, Lingkungan, dan Kemanusiaan

Salah satu sisi menarik dari Ra Mamak adalah kepeduliannya yang luar biasa terhadap isu lingkungan hidup. Beliau sering terlibat dalam gerakan penolakan eksploitasi alam yang merugikan masyarakat kecil. Pemikirannya mengenai "Fikih Lingkungan" menjadi rujukan bagi banyak aktivis di Madura.

Beliau berpendapat bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman. Kerusakan ekosistem di Madura, seperti penambangan fosfat atau pembalakan liar, dipandangnya sebagai bentuk kemungkaran yang harus dilawan dengan dakwah dan aksi nyata.

Gaya Komunikasi dan Kedekatan dengan Pemuda

Sebagai ulama muda, Ra Mamak memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik dengan lintas generasi. Beliau aktif menggunakan media sosial dan forum-forum diskusi untuk menyebarkan pesan damai dan moderasi beragama. Gaya bicaranya yang lugas, cerdas, namun tetap rendah hati membuatnya sangat dihormati oleh kalangan mahasiswa dan aktivis di Jawa Timur. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya