Benjolan di Leher atau Ketiak? Kenali Gejala Kelenjar Getah Bening Bengkak

Abi Rama
06/4/2026 20:01
Benjolan di Leher atau Ketiak? Kenali Gejala Kelenjar Getah Bening Bengkak
Ilustrasi, seseorang alami benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.(Dok. Freepik)

KELENJAR getah bening merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyaring kuman, virus, dan zat berbahaya dari aliran darah. Organ ini tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, belakang telinga, hingga selangkangan.

Dalam kondisi tertentu, kelenjar getah bening dapat mengalami pembengkakan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan di area tubuh tersebut. Pembengkakan umumnya terjadi sebagai respons alami tubuh saat melawan infeksi atau penyakit.

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembesaran kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Penyebab yang paling umum adalah infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan, campak, tuberkulosis, hingga abses gigi.

Selain itu, pembengkakan juga bisa dipicu oleh beberapa faktor medis lainnya:

  • Penyakit Autoimun: Seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
  • Penyakit Serius: Termasuk kanker seperti limfoma dan leukemia.
  • Faktor Lain: Reaksi alergi terhadap obat tertentu atau penggunaan implan payudara.

Risiko pembengkakan akan lebih tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, usia lanjut, atau memiliki perilaku berisiko seperti penggunaan NAPZA dan hubungan seksual tanpa pengaman.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama pembengkakan kelenjar getah bening adalah munculnya benjolan yang bisa disertai nyeri atau rasa tidak nyaman. Area yang bengkak juga dapat terasa hangat atau tampak kemerahan.

Berikut beberapa gejala penyerta yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada benjolan.
  • Kulit kemerahan atau terasa hangat di area benjolan.
  • Demam dan penurunan nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan, batuk, atau pilek.
  • Keringat berlebih di malam hari.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Kelelahan berlebihan dan sakit kepala.

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan medis diperlukan apabila pembengkakan disertai gejala serius, seperti demam berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri hebat yang mengganggu aktivitas seperti menelan dan bernapas.

Segera cari bantuan medis jika penderita mengalami kesulitan bernapas, sulit menelan, atau pembengkakan terjadi secara tiba-tiba dan membesar dengan cepat.

Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Penanganan pembengkakan kelenjar getah bening disesuaikan dengan penyebab dasarnya. Pada kasus ringan, kondisi ini bisa membaik dengan perawatan mandiri di rumah:

  • Mengompres area bengkak dengan air hangat.
  • Mencukupi kebutuhan cairan (banyak minum air putih).
  • Istirahat yang cukup.

Jika disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, dokter dapat memberikan antibiotik atau antivirus. Sementara itu, penyakit autoimun biasanya ditangani dengan obat kortikosteroid atau imunosupresan. Untuk kasus yang disebabkan oleh kanker, penanganan dapat meliputi kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Risiko Komplikasi dan Pencegahan

Jika tidak ditangani dengan baik, pembengkakan kelenjar getah bening dapat menyebabkan komplikasi serius seperti abses (kumpulan nanah), penyebaran infeksi (selulitis), gangguan pernapasan, hingga penyebaran kanker ke organ lain.

Cara Mencegah:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun.
  • Menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menghindari kontak dengan penderita infeksi.
  • Menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

(Alodokter/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya