Mencegah Banjir di Jabodetabek dengan Biopori

M Iqbal Al Machmudi
06/4/2026 17:20
Mencegah Banjir di Jabodetabek dengan Biopori
biopori.(dok.DLH Grobogan)

WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mencegah banjir di Jabodetabek dengan menyerahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua.

Upaya tersebut dilakukan dalam acara memperingati Hari Air Sedunia yang diselenggarakan oleh KLH/BPLH dengan tema Water and Gender di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Hari ini kami serahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa, masing-masing 50 unit biopori, untuk mencegah banjir,” kata Diaz dalam keterangannya, Senin (6/4).

Diaz menjelaskan pemasangan biopori di wilayah tersebut diperlukan mengingat Kecamatan Cisarua merupakan bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang perlu dijaga keseimbangan airnya.

Ia mendorong masyarakat untuk menanam unit pipa biopori di rumah tangga masing-masing sekaligus dengan menanam pohon.

"Idealnya, setiap rumah harus punya unit biopori, supaya tidak ada genangan, dan air bisa langsung turun ke tanah, jadi ada keseimbangan air, dan mengurangi risiko banjir. Jadi sebaiknya setiap rumah tanam satu pohon dan lubang biopori," ungkapnya.

Diaz menambahkan bahwa menjaga keseimbangan air penting mengingat jumlah air bersih yang sangat sedikit.

"Bumi itu 71% air, tapi dari 71% itu tidak semua bisa dipakai, yang bisa dipakai hanya 2%, dan 2% tersebut, mayoritas berada di Kutub Utara dan Kutub Selatan," pungkasnya. (Iam/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya