2.000 Unit Rumah Penderita Tuberkulosis akan Direnovasi

M Iqbal Al Machmudi
06/4/2026 16:41
2.000 Unit Rumah Penderita Tuberkulosis akan Direnovasi
ilustrasi.(MI)

WAKIL Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan dalam upaya pengentasan kasus tuberkulosis (TB) maka pemerintah akan melakukan renovasi rumah pada 2 ribu penderita TB yang tidak layak.

Bukan tanpa sebab, kuman TB akan cepat menyebar di rumah yang tidak layak, tidak memiliki ventilasi, dan tidak ada sinar matahari yang masuk maka kuman TB bisa cepat menyebar bahkan tahan berbulan-bulan.

“Sehingga pemberantasan TB tidak hanya menemukan kasusnya tetapi rumah yang tidak layak harus mendapat perhatian. Kami sudah mendapat bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk merenovasi 2 ribu rumah penderita TB,” kata Benjamin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4).

Benny sapaan akrabnya menyebut bahwa berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) TB banyak ditemukan pada warga yang terdaftar di desil 1-4 atau orang-orang yang menerima bantuan.

Ia meminta kepada masyarakat agar melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi tubuh dan mendapat pengobatan jika sedang sakit. Masih banyak masyarakat tidak merasa dan tidak tahu kalau dirinya sakit sehingga banyak masyarakat datang ke rumah sakit setelah penyakitnya berkomplikasi atau menjadi parah.

Selain itu, banyak masyarakat juga yang tidak tahu dirinya terkena penyakit TB sehingga masih berkeliaran di tempat-tempat umum. Benny menceritakan sering bertemu pasien TB yang bekerja di ruang publik.

“Saya kan dokter spesialis paru banyak pasien saya itu pramugari karena di pesawat dan resepsionis di mall, saya pikir dari mana penularannya. Ternyata dari orang batuk TB yang masih berkeliaran,” ungkapnya.

Diketahui kasus TB di Indonesia masih cukup tinggi, dari jumlah kasus diperkirakan ada 1 juta kasus TB dan yang diobati per tahun lalu sekitar 867 ribu kasus, dan masih ada sekitar 300 ribu kasus yang belum ditemukan.

"Maka tantangan Indonesia dalam pemberantasan TB adalah kuman TB harus tidak ada. Selama kasus TB masih ada, otomatis masih menginfeksi," pungkasnya. (Iam/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya