Kuota Ditambah, Pemerintah Tetap Utamakan yang belum Berhaji

Antara
12/1/2017 22:50
Kuota Ditambah, Pemerintah Tetap Utamakan yang belum Berhaji
(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap penambahan kuota haji 2017 untuk Indonesia bakal memperpendek masa tunggu atau antrean seseorang untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah.

Ketika ditanya sejauh mana pengaruh penambahan kuota itu pada masa tunggu seseorang untuk naik haji, Menag mengaku tidak bisa memastikan karena setiap daerah tahun antrenya tidak sama.

"Setiap daerah berbeda-beda masa tunggunya," kata dia kepada wartawan seusai menghadiri acara Halaqoh Ulama: Refleksi 33 Tahun Khittah NU, di Ponpes Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (12/1).

Meski kuota bertambah, Menag memastikan pemerintah tetap akan memprioritaskan calon jemaah yang belum pernah menunaikan haji. "Kita bersyukur dengan kenaikan kuota ini. Meski demikian, Kementerian Agama tetap pada kebijakan yang ada, yakni mengutamakan mereka yang belum pernah berhaji," katanya.

Sementara bagi mereka yang sudah pernah naik haji, pihaknya memohon agar mereka dengan legowo untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lainnya yang belum pernah ke Tanah Suci.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/1) menyampaikan kuota haji Indonesia 2017 kembali normal dari 168.800 orang pada 2016 menjadi 221.000 orang.

Jumlah itu, selain dari pengembalian kuota sebesar 211.000, pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia sebesar 10.000.

Jokowi menyebutkan kenaikan kuota haji itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan dirinya ke Arab Saudi pada September 2015 dan pertemuannya dengan Deputi Kerajaan Arab Saudi di Hangzhou, RRC, pada September 2016. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya