Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN rintisan (startup) pembelajaran daring bahasa asing Squline.com baru-baru ini melebarkan sayap dengan menambah program baru kursus Bahasa Jepang. Squline.com menggandeng Institut Kebudayaan dan Bahasa Jepang asal Bandung “Aki no Sora” untuk menyalurkan tenaga pengajar profesionalnya.
Tomy Yunus, Co-Founders dan CEO Squline.com berharap dengan teknologi edukasi berupa kelas interaktif berbahasa Jepang via online video call, masyarakat Indonesia akan lebih banyak dan mudah mempelajari Bahasa Jepang. Ia menargetkan sebanyak 300 pengguna mengikuti kursus bahasa Jepang untuk 2017.
Selama ini, minat dan antusiasme murid di Indonesia sangat tinggi terhadap pembelajaran bahasa asing di Squline.com. "Saat ini Squline.com memiliki sekitar 2.000 pengguna berbayar dan 70 pengajar. Sekitar 70% di antaranya pengikut kursus Bahasa Inggris dan kebanyakan pengguna berusia 27-28 tahun," imbuh Tomy saat peluncuran program kursus online Bahasa Jepang di D.Lab by SMDV Selasa, (20/12/2016) lalu.
Aki no Sora digandeng karena memiliki metode belajar yang meramu kegiatan di dalam dan lingkungan di luar kelas, baik dari materi pembelajaran dan cara mengajar.
Presiden Aki no Sora, Nikolaus Aki Pratomodono, menuturkan metode belajar yang dilakukan di dalam kelas memiliki kelemahan karena hanya akan menjadi ilmu. Padahal, menurutnya, untuk menguasai bahasa harus membiasakan diri menggunakan bahasa tersebut di tiap kesempatan.
"Tujuan Aki no Sora adalah aplikatif, efektif, dan adaptif. Wadah untuk merealisasikan pembelajaran di mana saja yaitu via online,” tukas Aki Sensei, panggilan akrab Nikolaus.
Lantas, mengapa harus mengenali bahasa Jepang? Aki Sensei menyebut saat ini banyak perusahaan Jepang yang membutuhkan SDM yang berbahasa Jepang dari berbagai ahli di berbagai industri
"Jadi bukan hanya background sastra Jepang saja. Menjadikan Bahasa Jepang sebagai ‘milik sendiri’ maka kita akan mempunyai aset yang berguna untuk masa depan," pungkas Aki Sensei.
Hal itu dibenarkan Mariko Asmara Yoshihara, Direktur JAC Recruitment–Indonesia. Ia menuturkan, menguasai Bahasa Jepang bukan sekadar belajar melalui buku atau software tetapi harus hidup dan menggunakan bahasa tersebut.
“Patut diperhatikan, perusahaan Jepang melakukan ekspansi akibat populasi anak muda di negaranya semakin minim. Ada 1.700 perusahaan Jepang di Indonesia dan 10.000 di Asia Tenggara. Sementara penerimaan ekspatriat di Indonesia sudah diperketat sejak tahun lalu. Ini adalah kesempatan kita untuk duduk di kursi-kursi expat," imbuh Mariko.
Untuk mengikuti kursus online Bahasa Jepang di Squline.com, dikenakan biaya kursus mulai Rp800 ribu per bulan. Jumlah yang sama berlaku untuk program kursus daring Bahasa Mandarin, sedangkan untuk Bahasa Inggris dikenakan biaya sekitar Rp500 ribu per bulan.
Program kursus online Bahasa Inggris sendiri memiliki 9 level serta 6 level untuk Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Per level berdurasi 60-100 jam dan bisa dicicil, semisal 45 menit per hari.
“Setiap level ada ujian secara online. Ada 2 macam ujian, tertulis dan oral. Setelah lulus akan diberikan sertifikat dari Squline.com, dan bisa juga dari institusi terkait dengan ketentuan tertentu. Tidak ada biaya tambahan untuk sertifikat," tutup Tomy Yunus. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved