Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.345 kejadian bencana hidrometeorologi terjadi sepanjang 2016. Jumlah itu meningkat sebanyak 35% dari kejadian bencana pada 2015.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, jumlah kejadian bencana sepanjang 2016 itu merupakan yang terbanyak selama lima tahun terakhir. Pada 2015 tercatat sebanyak 1.732 bencana, pada 2014 tercatat 1.967 bencana, 2013 sebanyak 1.674 bencana dan pada 2012 ada sekitar 1.811 kejadian bencana.
"Ini merupakan rekor baru. Angka kejadian bencana tahun ini merupakan yang tertinggi dalam pencatatan kejadian bencana sejak 2002," ungkap Sutopo dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis (29/12).
Sutopo menjelaskan, dari 2.342 bencana tersebut sekitar 92% ialah bencana hidrometeorologi yang didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan puting beliung.
Selama periode itu tercatat sebanyak 766 bencana banjir, 612 longsor, 669 puting beliung, 74 kombinasi banjir dan longsor, 178 kebakaran hutan dan lahan, 13 gempa, 7 erupsi gunung meletus, dan 23 gelombang pasang dan abrasi.
Dampak yang ditimbulkan oleh bencana sepanjang 2016 telah menyebabkan 522 orang meninggal dunia dan hilang, 3,05 juta jiwa mengungsi dan menderita, 69.287 unit rumah rusak.
"Daerah rawan banjir meluas seperti adanya kejadian banjir besar yang sebelumnya belum pernah terjadi seperti banjir di Pangkal Pinang, Kota Bandung, Kota Bima dan lainnya," lanjut dia.
Meski demikian, bencana kebakaran hutan dan lahan selama 2016 dapat dikendalikan dengan baik. Hal itu disebabkan pencegahan serius oleh pemerintah pusat dan daerah telah menipiskan jumlah hotspot 80% ketimbang tahun lalu.
Daerah-daerah langganan kebakaran hutan dan lahan seperti di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan mampu dikendalikan sehingga kebakaran tidak meluas.
"Tidak ada daerah di Sumatra dan Kalimantan yang tertutup asap pekat seperti halnya di 2015," tukas dia. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved