Pemimpin Agama Mesti Promosikan Kerukunan Antarumat

Micom
24/12/2016 17:30
Pemimpin Agama Mesti Promosikan Kerukunan Antarumat
(Ilustrasi)

KOMUNITAS Pemuda Kristiani menilai berbagai penangkapan terduga teroris di beberapa tempat di Tanah Air, menunjukkan adanya ancaman nyata bagi kerukunan dan ketentraman masyarakat. Hal itu menjadi tanda sel-sel kelompok teroris yang mengatasnamakan agama dan ideologi tertentu masih terus berkembang biak.

Gabungan dari sejumlah organisasi pemuda seperti GAMKI, Pemuda Katolik, PMKRI, dan GMKI itu pun menegaskan bahwa menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat dan beragama lintas iman merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah berkembangnya paham-paham fundamentalis-radikal-ekstrem di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

"Hal-hal sekecil apapun yang berpotensi mengikis sikap saling menghormati antarsesama insan dan atau kelompok, berpeluang besar menjadi pintu masuk ancaman kekacauan yang diarahkan memecah belah NKRI," seru mereka dalam siaran pers, Jumat (24/12).

Dalam konsep masyarakat majemuk, saling menghormati adalah sikap yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, baik oleh para pemimpin agama maupun oleh seluruh umat pada setiap sikap dan perilakunya.

Bertolak dari hal tersebut, Pemuda Kristiani meminta kepada kelompok umat masing-masing, lembaga keagamaan dan para pemimpin agama agar memberikan seruan yang mempromosikan sikap saling menghormati antarumat beragama.

Mereka juga mengimbau segenap elemen bangsa agar bahu-membahu menjaga dan mempromosikan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama dengan mengedepankan kasih dan rasa keadilan.

"Kami juga mendukung dan mengapresiasi setiap tindakan tegas penegakan hukum positif yang dilakukan oleh Kepolisian RI terhadap tindakan yang mengganggu keamanan, sweeping, dan tindakan-tindakan lain atas nama agama yang melanggar hukum positif serta mencederai kerukunan dan hak setiap orang untuk beribadah dengan aman. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya