Peneliti Temukan Endapan Lava Dasar Laut Mampu Menyimpan CO2 Selama Puluhan Juta Tahun

Thalatie K Yani
12/12/2025 10:58
Peneliti Temukan Endapan Lava Dasar Laut Mampu Menyimpan CO2 Selama Puluhan Juta Tahun
Peneliti menemukan endapan runtuhan lava di bawah Samudra Atlantik Selatan mampu menyimpan CO2 hingga puluhan juta tahun.(IODP JRSO)

PENELITIAN terbaru mengungkap runtuhan lava yang terkikis di bawah Samudra Atlantik Selatan mampu menyimpan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah sangat besar selama puluhan juta tahun. Temuan ini mengubah pemahaman ilmiah mengenai bagaimana karbon tersimpan dan bergerak antara lautan, batuan, dan atmosfer dalam skala waktu geologis.

Sampel batuan berusia sekitar 60 juta tahun yang diambil dari jauh di bawah permukaan laut menunjukkan CO2 dapat terperangkap di dalam lapisan runtuhan lava, dikenal sebagai breccia, yang menumpuk di dasar samudra. Peneliti meneliti material lava hasil pengeboran dalam untuk mengukur seberapa besar CO2 yang terikat melalui interaksi antara air laut dan batuan vulkanik yang mendingin.

Studi yang dipimpin University of Southampton ini menjadi yang pertama mengungkap peran penting breccia sebagai penyimpan karbon alami dalam jumlah besar. Temuan tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana Bumi mengelola karbon selama jutaan tahun.

Lava Runtuh sebagai “Spons” Karbon Geologis

"Kami telah lama mengetahui bahwa erosi pada lereng gunung bawah laut menghasilkan volume besar runtuhan vulkanik, disebut breccia, mirip lereng berbatu di pegunungan daratan," ujar Pemimpin penelitian, Dr. Rosalind Coggon, Royal Society Research Fellow di University of Southampton.

Ia melanjutkan inti batuan yang berhasil diambil menunjukkan bagaimana deposit berpori itu menyimpan CO2 dari air laut seiring waktu. "Yang menarik, inti tersebut mengungkap bahwa endapan berpori ini memiliki kapasitas menyimpan volume besar CO2 dari air laut ketika perlahan terikat oleh mineral kalsium karbonat yang terbentuk saat air laut mengalir melaluinya."

Memetakan Pergerakan Karbon dalam Skala Waktu Geologis

Karbon dioksida di atmosfer dipengaruhi pertukaran karbon antara interior Bumi, lautan, dan udara selama jutaan tahun. Dr. Coggon menjelaskan bahwa dasar samudra dipenuhi batuan vulkanik yang terbentuk di punggung tengah samudra, tempat CO2 dari interior Bumi dilepaskan. Namun, air laut yang meresap ke celah-celah batuan kemudian bereaksi secara kimia, menyerap CO2 dan mengubahnya menjadi mineral yang terperangkap di dalam kerak samudra.

Sebagai bagian dari proyek ini, tim meneliti berapa banyak CO2 yang terikat dalam kerak samudra melalui proses kimia tersebut.

Kapasitas Penyimpanan CO2 Lebih Besar dari Perkiraan

Saat melakukan pengeboran di Atlantik Selatan, tim menemukan breccia mengandung CO2 antara dua hingga 40 kali lebih banyak dibanding sampel lava yang pernah diteliti sebelumnya.

"Studi ini menunjukkan pentingnya breccia, yang terbentuk akibat erosi gunung bawah laut di punggung tengah samudra, sebagai spons karbon dalam siklus karbon jangka panjang," kata Dr. Coggon.

Temuan ini berasal dari Ekspedisi 390/393 International Ocean Discovery Program dan memberikan gambaran baru tentang bagaimana Bumi menjaga stabilitas iklimnya dalam rentang waktu yang sangat panjang. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya