Program MBG Bisa Jadi Opsi Tingkatkan Konsumsi Cokelat Dalam Negeri

Rifaldi Putra Irianto
25/11/2025 09:20
Program MBG Bisa Jadi Opsi Tingkatkan Konsumsi Cokelat Dalam Negeri
Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA)

KETUA Umum Dewan Kakao Indonesia, Soetanto Abdoellah mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah digalakkan oleh pemerintah, bisa jadi opsi untuk meningkatkan konsumsi cokelat dalam negeri. 

Dijelaskan Soetanto, Konsumsi cokelat masyarakat Indonesia berdasarkan data terakhir, masuk dalam kategori rendah, sekitar 0,3 kg hingga 0,7 kg per kapita per tahun. Padahal indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia.

"Bahwa untuk memperkuat pasar kakao kita, mungkin tidak hanya mengekspor tapi juga meningkatkan konsumsi dalam negeri. Sekarang itukan sedang ramai MBG, nah kalau misalkan anak sekolah itu di dalam paket MBG ada minuman cokelat itu baik sekali dan bisa meningkatkan konsumsi coklat dalam negeri," kata Soetanto pada kegiatan Pers Tour Kontribusi Kakao Untuk APBN dan Perekonomian di Bali, Senin (24/11).

Pria yang telah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia selama empat periode itu menyampaikan, sangat mungkin untuk produk minuman cokelat dijadikan sebagai bagian dari paket MBG. Soetanto menyatakan bahwa minuman cokelat memiliki gizi yang tidak kalah dari susu. Hanya saja penting untuk diperhatikan bahwa minuman cokelat yang disajikan harus rendah gula.

"Cokelat itu menyehatkan asalkan gulanya jangan banyak-banyak. Yang tidak dibolehkan adalah kandungan gulanya," ujarnya.

Soetanto menilai saat ini sudah banyak pabrik umkm yang siap menghadirkan produk olahan minuman cokelat yang bergizi untuk turut serta dalam program MBG. Selain mendukung peningkatan konsumsi cokelat dalam negeri, ide memasukan minuman cokelat ke dalam program MBG tentunya bisa mengirit anggaran, sehingga tidak diperlukan anggaran terpisah dalam upaya peningkatan konsumsi cokelat dalam negeri 

"Jika ini berhasil dilakukan, yang mana minuman cokelat masuk dalam program MBG, itukan akan membuat konsumsi cokelat dalam negeri meningkat. Apalagi MBG itu kan sudah ada anggarannya, artinya tidak perlu anggaran baru lagi dalam upaya meningkatkan konsumsi cokelat dalam negeri," tukas Soetanto. (H-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya