Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA Tepuk Sakinah, yang kini viral di jagat maya, dinilai membawa dampak positif dalam membangun kesadaran publik tentang kesiapan pernikahan dan nilai-nilai rumah tangga.
Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Risda Rizkillah, SSi, MSi, menjelaskan bahwa dari perspektif ilmu keluarga, Tepuk Sakinah berperan sebagai strategi edukatif yang menyenangkan sekaligus interaktif.
"Bentuknya yang ringan dan mudah diingat membantu memperkuat memori. Ketika nilai-nilai inti terus diulang dan dihayati, calon pengantin atau pasangan dapat menjadikannya pegangan dan pengingat saat menghadapi konflik," ujar Risda.
Ia menilai, viralnya Tepuk Sakinah di media sosial akhirnya memunculkan diskusi publik yang sehat mengenai kesiapan menikah, nilai-nilai rumah tangga, serta kesadaran sosial bahwa menikah bukan sekadar tradisi atau formalitas.
MI/HO--Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Risda Rizkillah, SSi, MSiMenurutnya, kesadaran baru ini dapat menjadi pemicu perubahan sikap masyarakat terhadap makna pernikahan yang lebih mendalam. Namun demikian, Risda menegaskan bahwa menghafal pilar-pilar rumah tangga yang terkandung dalam Tepuk Sakinah saja tidak cukup.
"Pada dasarnya menghafal itu mudah, tetapi ketika menghadapi konflik nyata seperti tekanan ekonomi, perbedaan nilai, masalah keluarga besar, atau emosi yang tidak stabil, hafalan tidak lagi cukup. Diperlukan keterampilan komunikasi, kompromi, pengelolaan stres, keuangan, pengasuhan anak, dan dukungan sosial," jelas Risda.
Lebih lanjut, Risda menyampaikan bahwa Tepuk Sakinah berpotensi menekan angka perceraian apabila diterapkan sebagai bagian dari program pembinaan keluarga yang komprehensif.
Ia menilai adanya pembekalan nilai dan keterampilan praktis bagi calon pasangan sebelum menikah—seperti komunikasi efektif, pengelolaan keuangan, pembagian peran, serta kesiapan emosional dan sosial—penting dan utama untuk membangun keluarga.
"Setelah menikah, pasangan juga memerlukan dukungan berkelanjutan melalui pendampingan, mediasi, dan konseling bila muncul masalah. Masyarakat perlu menumbuhkan budaya saling menghargai, terbuka terhadap bantuan profesional, dan memiliki harapan realistis terhadap kehidupan pernikahan," ungkapnya.
Risda menambahkan, apabila Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan Tepuk Sakinah tidak diikuti dengan materi aplikatif dan dukungan lanjutan, maka dampaknya terhadap pembentukan keluarga sakinah akan terbatas.
Karena itu, menurutnya, pendekatan edukatif seperti Tepuk Sakinah perlu menjadi pintu masuk menuju penguatan keluarga Indonesia yang berdaya dan harmonis. (Z-1)
Informasi tersebut disajikan secara ringkas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat mengenal potensi tanaman atau obat herbal dengan lebih baik dan bijak
Program edukasi ini mencakup kelas offline dan online, webinar interaktif, serta pendampingan langsung dari mentor berpengalaman.
Pemahaman masyarakat terkait jenis dan fungsi plastik dinilai masih terbatas, padahal penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak pada keamanan serta kualitas produk.
Gus Fahrur memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya pemberantasan narkoba.
Ini adalah inisiatif pemberdayaan dan advokasi iklim yang dipimpin kaum muda untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan literasi energi terbarukan pada anak-anak di kawasan rentan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Idealnya, calon pengantin sudah mulai melakukan rangkaian treatment setidaknya enam bulan sebelum hari pernikahan.
Menyambut momen bahagia, Dermalogia pun merancang program perawatan yang dipersonalisasi, menyesuaikan kebutuhan kulit dan tubuh Syifa.
Pesta pernikahan di Purwakarta berubah jadi tragedi. Tuan rumah meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok preman, polisi buru pelaku.
Peneliti IPB University mengungkap faktor penyebab penurunan angka pernikahan di Indonesia, mulai dari ekonomi hingga tren "Marriage is Scary".
Salah satu hal yang paling mendesak untuk ditinjau ulang ialah penggunaan diksi dalam teks akad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved