Indonesia Masuk Daftar Masalah Gizi Serius

Mut/H-5
26/2/2015 00:00
Indonesia Masuk Daftar Masalah Gizi Serius
(MI/ROMMY PUJIANTO)
BERDASARKAN laporan Global Nutrition 2014, Indonesia masuk ke daftar 17 negara dari 117 negara dengan tiga masalah gizi serius, yaitu stunting atau tinggi badan menurut umur kurang (32,7%), wasting atau berat badan menurut tinggi badan kurang (12,1%), dan obesity atau kegemukan (11,9%).

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan di tahun 2013 juga mengemukakan hal yang serupa.

Tingkat stunting 57% menjadi permasalahan yang serius terlebih di wilayah Indonesia Timur.

Angka prevalensi itu lebih tinggi dibandingkan nasional sehingga menjadikan Indonesia berada di urutan keempat tertinggi masalah stunting di dunia.

Guru Besar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Endang L Achadi, mengatakan salah satu penyebab stunting ialah malanutrisi atau salah gizi.

Hal ini menjadi tantangan sehingga membutuhkan penanganan khusus dan segera.

Dia menambahkan kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM) pada usia dewasa seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Sebagai pencegahan, perlu dilakukan perbaikan asupan gizi sedini mungkin atau paling tidak 85% dari asupan gizi harus terpenuhi.

"Penyebab dasar kurang gizi terkait dengan kerawanan pangan, praktik pemberian makan bayi dan anak, serta perilaku hidup yang kurang sehat," ungkapnya.

Pemerintah kemudian menggandeng sponsorship salah satunya Mondelez Indonesia dengan menggalakkan Aksi Segera Inisiatif Gizi dan Pertanian atau dikenal dengan istilah Rapid Action on Nutrition and Agriculture Initiative (RANTAI).

Rhea Sianipar, Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia, memaparkan pihaknya telah berhasil membawa perubahan dalam peningkatan ketahanan pangan dan gizi bagi 4.001 rumah tangga di 74 desa di 17 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergolong rawan pangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya