Di Ponpes Bali Bina Insani, Delegasi BDF Disuguhi Indahnya Toleransi

Indah Hoesin
09/12/2016 15:49
Di Ponpes Bali Bina Insani, Delegasi BDF Disuguhi Indahnya Toleransi
(ANTARA)

PARA delegasi dari negara asing yang hadir dalam Bali Democracy Forum (BDF) 2016 berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bali Bina Insani di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (9/12).

Bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, delegasi yang terdiri dari duta besar dan menlu dari negara asing tersebut mengunjungi ponpes sebagai bagian dari agenda BDF tahun ini.

Ponpes yang hampir seluruh muridnya beragama Islam di tengah komunitas masyarakat Bali yang mayoritas Hindu tersebut dirasa cocok menjadi contoh nyata dari toleransi dan pluralisme di Indonesia.

“Kita sengaja mengambil program ini untuk memperlihatkan di lapangan pada level masyarakat ada kebersamaan dan toleransi berjalan. Di tengah-tengah masyarakat Hindu berdiri sebuah ponpes yang hidup dengan nyaman tanpa gangguan apapun. Ini menjadi satu contoh bagaimana perbedaan bisa dijadikan modal untuk membangun kualitas manusia yang berintegritas," ujar Menlu Retno.

Apalagi, menurut pemimpin Ponpes Bali Bina Insani Tabanan, Ketut Imaduddin Djamal, ponpes ini juga mengajarkan kebersamaan, toleransi terhadap semua manusia.

"Memang terdapat perbedaan di sini, ada Islam, Kristen, Hindu dan yang lainnya. Di sini, pluralisme bukanlah sebuah ide tapi fakta,” ujar Ketut.

Ketut juga mengatakan terdapat 16 guru yang beragama Hindu di ponpes yang memiliki 341 santriwan dan santriwati tersebut, bahkan di tingkat Madrasah Aliyah terdapat 50% murid yang beragama Hindu dan 50% beragama Islam.

“Jika di Indonesia terdapat Pancasila, di pondok ini ada Pancajiwa. Pertama, keikhlasan, kedua loyalitas, ketiga integritas, keempat persaudaraan dan kesederhanaan. Inilah yang kami ajarkan bagi semua santri di sini,” ujar Ketut. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya