UN Ikut Tentukan Lulus SNMPTN

Syarief Oebaidillah
26/2/2015 00:00
UN Ikut Tentukan Lulus SNMPTN
(MI/RAMDANI)
SETELAH menuai polemik sebulan lamanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akhirnya memutuskan hasil ujian nasional (UN) SMA dan sederajat akan dijadikan salah satu penentu kelulusan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

"Hasil UN akan jadi salah satu faktor, apakah calon mahasiswa atau lulusan SMA yang mendaftar ke perguruan tinggi negeri (PTN) diterima atau tidak," ujar Sekjen Kemendikbud Ainun Na'im, selaku Plt Dirjen Pendidikan Tinggi di Kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Turut hadir pula Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Furqon, Ketua Panitia SNMPTN 2015 Rochmat Wahab, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam, dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Zainal A Hasibuan.

Mendikbud Anies Baswedan dan Menristek Dikti M Nasir berhalangan hadir karena harus rapat kabinet dengan Presiden Joko Widodo.

Ainun menjelaskan kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bersama Mendikbud dan Menristek Dikti No 0123/MPK.H/KR/2015 No 8/M/KB/II/2015.

Dalam surat edaran itu juga disepakati ketentuan mengenai penggunaan nilai UN SMA dan sederajat dalam SNMPTN ditentukan panitia SNMPTN dan setiap PTN.

"Perguruan tinggi memiliki otoritas akademik, kultur, dan karakteristik sesuai dengan visi dan misinya," katanya.

Hal lain yang disepakati ialah Puspendik menyerahkan hasil pengolahan UN kepada panitia SNMPTN selambat-lambatnya pada 2 Mei 2015.

Kepala Balitbang Furqon menambahkan PTN nantinya dapat memanfaatkan hasil UN di antaranya untuk mengetahui peringkat siswa relatif pada tingkat sekolah dan daerah serta peta subkompetensi siswa untuk matrikulasi dan penentuan program studi.

"PTN juga dapat menggunakan indeks integritas guna memastikan integritas calon mahasiswa dan sekolahnya."

Hasil UN juga untuk afirmasi daerah terluar, terdepan, tertinggal agar bisa terstruktur dan transparan dalam seleksi jalur undangan tersebut.

Bobot pelajaran
Rochmat Wahab menyampaikan, sesuai undang-undang yang berlaku, hasil penilaian jenjang sebelumnya memang bisa dipakai untuk dasar seleksi pada jenjang lebih tinggi.

"Karena itu, semua rektor sepakat mempertimbangkan hasil UN pada SNMPTN," katanya.

Dia mengakui panitia juga terbantu dengan data detail setiap mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Misalnya, untuk jurusan kedokteran pada SNMPTN, dapat mempertimbangkan nilai UN pada pelajaran biologi dan kimia.

"Angka yang tinggi di kedua mata pelajaran itu dapat dijadikan pertimbangan dibandingkan dengan mata pelajaran fisika dan matematika. Jadi, kami mengapresiasi hasil UN ini untuk bisa dimanfaatkan secara optimal," lanjutnya.

Terkait kecurangan UN yang bisa terjadi, Rochmat menyatakan agar sekolah dan dinas pendidikan daerah menjaga kejujuran.

"Meski UN tak lagi jadi penentu kelulusan, jangan berlaku curang lantaran akan terdeteksi daerah yang mau curang," tukasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya