Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu mendengar istilah lava saat membicarakan gunung berapi? Mungkin kamu juga pernah mendengar kata magma, tapi apa sih perbedaannya? Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian lava, bagaimana lava terbentuk, dan apa yang membedakannya dengan magma. Yuk, simak penjelasan sederhana berikut!
Lava adalah cairan panas berupa batuan cair yang keluar dari gunung berapi saat erupsi. Suhunya bisa mencapai lebih dari 700°C, bahkan sampai 1.200°C! Ketika lava mengalir, ia terlihat seperti sungai bercahaya yang membara. Setelah lava mendingin, ia akan mengeras menjadi batuan beku, seperti basalt atau andesit.
Lava biasanya terdiri dari mineral seperti silika, besi, dan magnesium. Warna lava bisa berbeda-beda, mulai dari merah menyala saat panas hingga abu-abu atau hitam saat sudah mendingin.
Tidak semua lava sama, lho! Berikut adalah beberapa jenis lava berdasarkan tekstur dan alirannya:
Sekarang, mari kita bahas magma. Magma adalah batuan cair yang masih berada di dalam perut bumi, tepatnya di ruang magma di bawah permukaan bumi. Magma terdiri dari batuan cair, gas, dan kristal mineral. Karena masih di dalam bumi, magma berada di bawah tekanan tinggi dan suhunya sangat panas.
Ketika magma berhasil mencapai permukaan bumi melalui erupsi gunung berapi, barulah ia disebut sebagai lava. Jadi, bisa dikatakan lava adalah magma yang sudah "keluar rumah"!
Meskipun lava dan magma terlihat mirip karena sama-sama batuan cair, ada perbedaan penting di antara keduanya:
Memahami lava sangat penting, terutama bagi orang-orang yang tinggal di dekat gunung berapi. Lava yang mengalir bisa sangat berbahaya karena panasnya dapat menghancurkan apa saja di jalurnya. Namun, lava juga punya manfaat! Ketika lava mendingin dan membentuk batuan beku, ia bisa menciptakan tanah yang subur untuk pertanian.
Selain itu, mempelajari lava membantu ilmuwan memahami aktivitas gunung berapi dan memprediksi erupsi. Dengan begitu, kita bisa lebih siap menghadapi bencana alam.
Berikut beberapa fakta seru tentang lava yang mungkin belum kamu tahu:
Jadi, apa itu lava? Lava adalah batuan cair yang keluar dari gunung berapi, sedangkan magma adalah batuan cair yang masih berada di dalam bumi. Meskipun keduanya mirip, perbedaan lokasi, suhu, dan kandungan gas membuatnya unik. Dengan memahami lava dan magma, kita bisa lebih mengenal cara kerja alam dan menjaga keselamatan dari bahaya gunung berapi.
Apakah kamu sekarang sudah paham perbedaan lava dan magma? Jika ada pertanyaan, tulis di kolom komentar ya! (Z-10)
Penelitian terbaru dari tim ilmuwan Jepang mengungkap bahwa Kaldera Kikai belum mati.
Astronom lewat teleskop James Webb temukan planet baru L 98-59 d. Planet lava ini berbau telur busuk dan membuka kategori baru dalam ilmu astronomi.
Ilmuwan menemukan denyutan ritmis magma panas dari dalam Bumi di bawah Afrika Timur yang perlahan menarik benua terpisah.
Pegunungan Eifel di Jerman saat ini tidak aktif secara vulkanik, namun ada bukti adanya struktur bawah permukaan yang mengindikasikan potensi letusan di masa depan.
Penelitian ungkap adanya gumpalan magma besar di bawah wilayah vulkanik Tharsis di Mars, yang dapat memicu letusan besar dari Olympus Mons, gunung tertinggi di tata surya.
Jelajahi Thrihnukagigur di Islandia, satu-satunya gunung berapi di dunia yang memungkinkan wisatawan masuk ke ruang magma sedalam 213 meter.
Di tengah kemajuan teknologi, satu pertanyaan besar masih menghantui para ilmuwan, kapan dan di mana gempa besar berikutnya akan mengguncang?
Axial Seamount, gunung berapi bawah laut paling aktif di Pasifik, diprediksi meletus pertengahan hingga akhir 2026 berdasarkan penelitian ilmuwan.
Axial Seamount, gunung berapi yang berada sekitar 300 mil (sekitar 480 km) dari pantai Oregon, menunjukkan tanda-tanda bahwa letusan akan segera terjadi di tahun 2025
Citra setelit menangkap gambar Gunung Berapi Klyuchevskoy di Rusia yang memuntahkan gumpalan asap sepanjang 1.600 kilometer ke atmosfer bumi.
Mencairnya gletser memuci letusan gunung api yang lebih sering dan eksplosof, yang memperparah krisis iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved