Indonesia Butuh Banyak Pramuwisata

Yusuf Riaman
04/10/2016 11:36
Indonesia Butuh Banyak Pramuwisata
(Wisatawan didampingi pramuwisata terlihat kagum akan eksotis me panorama sawah terasering di kawasan Jati Luwih Tabanan, Bali. -- MI/Ruta Suryana)

PERTUMBUHAN industri pariwisata nasional mengerek pula kebutuhan tenaga pramuwisata. Saat ini jumlah pramuwisata, menurut catatan Kementerian Pariwisata ada sekitar saat ini sebanyak 13.600 orang. Setidaknya dibutuhkan sekitar 4.800 orang lagi untuk mengimbangi perkembangan yang terjadi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan daerah yang belum memiliki banyak pramuwisata mau tidak mau mencetak sebanyak mungkin profesi tersebut. Dia mencontohkan Manado yang tiba-tiba meledak jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok dengan jumlah mencapai 10 ribu orang per bulan.

"Sehingga harus secepat mungkin mencetak pramuwisata yang bisa berbahasa Mandarin," ujarnya seusai membuka Munas VI Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Senin (4/10) malam di Mataram, NTB.

Bagi daerah yang sudah memiliki banyak pramuwisata, strategi Kemenpar ialah meningkatkan kualitas dengan cara menyertifikasi para pramuwista itu. Lombok sebutnya, sudah punya 750 pramuwisata dan dari jumlah tersebut sekitar 1/3 belum bisa tersertifikasi.

Lebih jauh, Arief Yahya mengatakan seandainya parwisata ditetapkan sebagai core ekonomi oleh pemerintah, dampaknya akan sangat bagus terhadap PDB, devisa dan tenaga kerja, "Apalagi daerah seperti Lombok akan bagus, juga bagi pariwisata tentunya," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, mengatakan pelayanan pramuwisata belum sepenuhnya dilaksanakan dengan hati, "Dari sejumlah laporan yang saya terima masih perlu kejujuran," ujarnya.

Ketua PHI Pusat Erwan Maulana, di kesempatan sama, menyebut masih terdapat sebanyak 23 provinsi yang belum mempunyai lisensi atau pengakuan legalitas dari Pemerintah Daerah "Kita berharap HPI semakin solid sehingga pusat pertumbuhan ekonomi terus tumbuh." (/X-12).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya